Sinergi Adhyaksa dan Dunia Pendidikan, Asintel Terima Kunjungan Silaturahmi MKKS SMPN dan FKKKS SDN Banyuasin
Asintel Totok Bambang Sapto Dwidjio, S.H., M.H menerima Audiensi dari MKKS SMP Negeri Kabupaten Banyuasin dan FKKKS SD Negeri Kabupaten Banyuasin dalam rangka silaturahmi.--Humas Kejati Sumsel
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Asisten Bidang Intelijen (Asintel) Totok Bambang Sapto Dwidjio, S.H., M.H menerima Audiensi dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kabupaten Banyuasin, Kamis 5 Maret.
Dan Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FKKKS) Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Banyuasin dalam rangka silaturahmi yang bertempat di Aula Bidang Intelijen Kejati Sumsel.
Hal ini dibenarkan oleh Kasi Penkum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, S.H., M.H kepada wartawan.
"Benar adanya kegiatan yang dilakukan bapak Asintel Kejati Sumsel yang menerima audiensi dari MKKS SMP dan FKKKS SD Banyuasin," ujarnya.
BACA JUGA:Penegakan Hukum Dapat Sokongan Moral, Papan Bunga Penuhi Kantor Kejati Sumsel
BACA JUGA:Optimalkan Pemulihan Aset, Kejati Sumsel Evaluasi Pelaporan Aset Kejari Melalui Sistem Arssys
Dalam kegiatan itu, Asintel Kejati Sumsel turut didampingi oleh Koordinator Bidang Intelijen Agus Kelana, S.H., M.H.
Kemudian Kepala Seksi II Bob Sulistian, S.H., M.H., dan Kepala Seksi Penerangan Hukum Vanny Yulia Eka Sari, S.H., M.H.
Sebelumnya, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) Dr. Vanny Yulia Eka Sari, S.H., M.H. beserta staf Penkum Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan kali ini melaksanakan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah di SMA Negeri 3 Palembang, Kamis 5 Maret 2026.
Pelaksanaan JMS di SMA Negeri 3 Palembang ini dihadiri oleh Kepala Sekolah Drs. Sugiyono, M.M. beserta perwakilan Guru dan para siswa siswi.
BACA JUGA:Pererat Silaturahmi Forkopimda, Aspidum Kejati Sumsel Hadiri Safari Ramadan di Bank Indonesia
BACA JUGA:Tuan Rumah Sosialisasi JAM Pidsus, Kejati Sumsel Jadi Sentral Sosialisasi Pedoman Hukum Terbaru
"Kejati Sumsel melalui kegiatan ini mengajak seluruh unsur lingkungan sekolah untuk dapat lebih peduli," ujarnya.
Hal ini karena bullying sering dianggap sekedar candaan atau konflik biasa, padahal dapat berdampak panjang bagi si korban, saksi maupun pelakunya sekalipun.
