https://palpres.bacakoran.co/

banner lebaran 4lawang

Salat di Bulan Ramadan: Harus Disertai Rasa Sayang dan Takut (Artikel Kurma)

Salat di bulan Ramadan harus dilandasi rasa takut kepada Allah sehingga bisa tepat waktu, khusyuk dan menjauhi perbuatan yang dapat merusak nilai salat--sumber foto: chat gpt

Dodi Irawan, S.H.I.,M.Si

Marhaban ya Ramadan, bulan yang kita nanti-nantikan. Bulan Ramadan kembali hadir di tengah kehidupan umat Islam yang penuh keberkahan, maghfirah, dan ampunan dengan segala keindahannya.

Bulan Ramadan adalah bulan pendidikan ruhani. Di dalamnya, umat Islam tidak hanya dilatih untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga untuk memperbaiki kualitas ibadah, terutama salat.

Salat bukan sekadar kewajiban yang menggugurkan dosa formal, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh rasa sayang (mahabbah) dan rasa takut (khauf).

BACA JUGA:(Artikel Kurma) Ontologi Ramadan: Bulan Humanities

BACA JUGA:Artikel Kurma: Menakar Makna Nuzulul Qur'an Dengan Kesalehan Ritual dan Keasingan Sosial

Rasa sayang kepada Allah tercermin dalam kerinduan seorang hamba ketika berdiri menghadap-Nya. 

Salat menjadi sarana komunikasi spiritual, tempat mencurahkan doa dan harapan. Allah SWT berfirman, “Dirikanlah salat untuk mengingat-Ku” (QS. Thaha: 14). 

Ayat ini menunjukkan bahwa salat adalah bentuk komunikasi intim antara hamba dan Tuhannya. 

Ketika salat dilandasi rasa sayang, gerakan dan bacaan tidak terasa berat, justru menjadi penyejuk jiwa.

BACA JUGA:Artikel Kurma: Paradigma Antara Ramadan Berkah Dan Musibah

BACA JUGA:Artikel Kurma: Nilai-Nilai Keutamaan Bulan Ramadan dan Relevansinya dalam Kehidupan Modern

Di bulan Ramadan, salat wajib maupun sunnah seperti tarawih dan witir menjadi momen istimewa untuk memperkuat cinta kepada Allah.

Di sisi lain, salat juga harus dilandasi rasa takut kepada Allah, yakni takut akan kelalaian, dosa, dan siksa-Nya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan