https://palpres.bacakoran.co/

banner lebaran 4lawang

BGN Tutup 492 Dapur Makan Bergizi Gratis di Sumatera, Ini Penyebab Utamanya

Program Makan Bergizi Gratis Diawasi Ketat, 492 Dapur SPPG di Sumatera Disanksi Penutupan-Arman Koranpalpres.com-

MARTAPURA,KORANPALPRES.COM - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menegaskan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar kualitas makanan maupun kebersihan dan hanya terkesan bisnis laporkan ke pihaknya dan dirinya akan segara memberikan sanksi tegas berupa penutupan dapur tersebut.

Peringatan tegas itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, sekaligus meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Sehat Cerdas Bahagia di Kecamatan Buay Madang.

Kehadiran Nanik di OKU Timur tidak hanya untuk agenda seremoni peresmian dapur MBG, tetapi juga dalam rangka sosialisasi program Makan Bergizi Gratis bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI.

Dalam sambutannya di hadapan ratusan masyarakat yang hadir, Nanik menegaskan bahwa program MBG merupakan program kemanusiaan yang digagas langsung oleh Presiden untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup.

BACA JUGA:Pemkot Prabumulih Hadiri Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis di Palembang

“Program ini bukan janji kampanye, bukan janji politik. Ini adalah program yang lahir dari hati nurani Presiden agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan mendapatkan gizi yang cukup,” kata Nanik, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, program MBG bukan sekadar membagikan makanan kepada anak-anak, tetapi merupakan upaya strategis pemerintah dalam membangun generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas dari masalah gizi.

Namun di balik pelaksanaan program tersebut, BGN juga menerapkan pengawasan ketat terhadap dapur-dapur MBG yang menjadi mitra pemerintah.

Nanik mengungkapkan bahwa hingga saat ini ratusan dapur SPPG di wilayah Sumatera terpaksa ditutup karena tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.

BACA JUGA:Sokong Program Makan Bergizi Gratis, Omzet Agen Ikan Gabus Firman di Prabumulih Melejit

“Per hari ini sudah ada 492 dapur SPPG di Sumatera yang kami tutup karena tidak mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa sertifikat tersebut merupakan syarat penting untuk memastikan dapur pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Selain itu, setiap dapur juga wajib memiliki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan sekitar.

“IPAL itu wajib ada. Limbah dapur tidak boleh sampai mengganggu masyarakat. Kalau dapur tidak memiliki IPAL atau tidak memenuhi standar kebersihan, kami tidak ragu untuk menghentikan operasionalnya,” tegasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan