Arus Mudik Lebaran Mulai Terlihat, Satlantas Lahat Dirikan 4 Pos Pelayanan, Catat Disini Lokasinya
PANTAU ARUS MUDIK: Salah satu Personil Satlantas Polres Lahat, tengah memantau arus mudik 1447 Hijriah di jalur Jalinsum--Humas Polres Lahat/koranpalpres.com--
LAHAT, KORANPALPRES.COM - Hari ke 2 Operasi Ketupat Musi 2026, volume kendaraan arus mudik yang melintasi jalur Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), di wilayah Kabupaten Lahat mulai mengalami peningkatan. Sabtu, 14 Maret 2026, meski demikian, volume kendaraan yang melintas masih terpantau lancar dan belum terlalu padat.
Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto SIK MIK melalui Kasat Lantas, Iptu DR Jhoni Albert SH MH MM Msi imengatakan, peningkatan kendaraan terlihat dari beberapa arah yang masuk ke wilayah Lahat.
"Kendaraan yang melintas didominasi kendaraan pribadi serta angkutan umum yang datang dari arah Muara Enim menuju Lahat, serta dari jalur Kikim menuju Lubuk Linggau dan ke arah Tanjung Sakti," sebut dia.
Nah, arus mudik sudah mulai ada peningkatan kendaraan yang melintas di Jalinsum wilayah Lahat, baik kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
BACA JUGA:Polda Sumsel Bangun Kemitraan Strategis dengan Dunia Akademik
BACA JUGA:Polisi Tambal Jalan Berlubang di Baturaja Jelang Arus Mudik
Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan arus balik, Polres Lahat telah menyiapkan empat pos pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik strategis.
"Pos tersebut berada di kawasan Stasiun Lahat, Kikim, Arahan Merapi dan Tanjung Sakti, selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga melakukan pemantauan sekaligus mitigasi di sejumlah titik rawan, terutama di kawasan Tanjung Sakti yang dikenal rawan longsor dan banjir saat musim penghujan," imbau dirinya.
Sebagai langkah antisipasi, masih kata dia, pihak kepolisian juga menyiapkan alat berat untuk mengatasi, kemungkinan terjadinya longsor yang dapat mengganggu arus lalu lintas di jalur tersebut.
"Pihaknya memperkirakan peningkatan arus kendaraan akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang melintas di jalur utama Sumatera tersebut," beber DR Jhoni Albert.
