Operasi Ketupat Musi 2026, Kapolda Tekankan Antisipasi Arus Balik 24 Maret
Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho memastikan pengamanan malam takbiran Idul Fitri 1447 H berjalan aman dan terkendali dan menekankan langkah prioritas seperti antisipasi puncak arus balik pada 24 Maret 2026. --Bidhumas Polda Sumsel
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho memastikan pengamanan malam takbiran Idul Fitri 1447 H berjalan aman dan terkendali.
Hal tersebut disampaikan usai mengikuti video conference (vicon) nasional bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Jumat 20 Maret 2026.
Dalam forum tersebut, Kapolri memberikan apresiasi atas kinerja jajaran Polda Sumsel yang dinilai berhasil menjaga stabilitas keamanan selama arus mudik, termasuk menurunkan angka kecelakaan dan kriminalitas.
Kapolda Sumsel melaporkan bahwa situasi kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan berada dalam kondisi kondusif dengan dukungan penuh 4.303 personel gabungan yang disiagakan di 73 pos pengamanan.
BACA JUGA:Jelang Mudik Lebaran, Polda Sumsel Kerahkan 106 Personel Perbaiki Jalan di Tiga Wilayah
BACA JUGA:Operasi Ketupat Musi 2026, 199 Personel Polda Sumsel Siap Amankan Mudik
“Seluruh personel kami siaga penuh. Tidak ada yang boleh lengah. Setiap pos harus menjadi pusat pelayanan masyarakat yang nyata,” tegas Kapolda.
Menindaklanjuti arahan Kapolri, Polda Sumsel langsung memperkuat strategi pengamanan pada fase arus balik.
Langkah prioritas meliputi antisipasi puncak arus balik pada 24 Maret 2026 melalui rekayasa lalu lintas, pengawasan ketat keselamatan di kawasan wisata air, edukasi pemudik untuk kesiapan perjalanan, termasuk saldo kartu tol dan pengamanan lonjakan arus pasca Salat Id menuju lokasi wisata.
Langkah ini bertujuan memastikan mobilitas masyarakat tetap aman dan terkendali pada fase kritis pasca Lebaran.
BACA JUGA:237 Ribu Pergerakan Pemudik Terpantau Aman, Polda Sumsel Tunjukkan Konsistensi Pengamanan
Sebanyak 2.338 objek pengamanan seperti masjid, pusat keramaian, dan tempat wisata berada dalam pengawasan ketat.
Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru bersama unsur Forkopimda.
