Polres Muara Enim Ringkus Dua Pengedar Sabu dalam 24 Jam, Motor Nmax Tanpa Pelat dan 14 Paket Disita
Satuan Reserse Narkoba Polres Muara Enim berhasil mengungkap dua kasus peredaran narkotika dalam satu hari di dua kecamatan berbeda.--istimewa
MUARA ENIM, KORANPALPRES.COM - Satuan Reserse Narkoba Polres Muara Enim berhasil mengungkap dua kasus peredaran narkotika dalam satu hari di dua kecamatan berbeda, Kamis 26 Maret 2026.
Dalam dua operasi tersebut, petugas mengamankan dua tersangka dengan total barang bukti 14 paket sabu seberat bruto 7,73 gram.
Operasi pertama dilakukan pada pukul 08.00 WIB di Desa Berugo, Kecamatan Belimbing. Petugas mengamankan tersangka perempuan berinisial A (35) yang diduga sebagai pengedar.
Dari hasil penggeledahan, ditemukan 12 paket sabu seberat bruto 5,73 gram, tiga bal plastik klip kosong, satu tas kecil, satu botol obat, serta satu unit handphone.
BACA JUGA:Kapolda Sumsel Gelar Coffee Morning, Evaluasi Kinerja dan Perkuat Profesionalisme Jajaran
BACA JUGA:Polairud Polda Sumsel Transformasi Kapal Patroli Jadi Ambulans Apung, Selamatkan Warga Terisolasi
Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkotika di lokasi tersebut.
Setelah dilakukan penyelidikan, petugas bergerak dan berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti di bawah rumah tempat tinggalnya.
Tidak berselang lama, pada pukul 10.00 WIB, Satresnarkoba kembali melakukan operasi kedua di Desa Perjito, Kecamatan Gunung Megang.
Dalam operasi ini, petugas mengamankan tersangka laki-laki berinisial DI (28), seorang petani.
BACA JUGA:Operasi Ketupat Musi 2026 Tuntas, Polda Sumsel Catat 30.956 Kegiatan Pengamanan
Dari tangan tersangka, petugas menyita dua paket sabu seberat bruto 2,00 gram yang disimpan dalam kotak rokok, satu bal plastik klip, satu alat sekop plastik, satu unit handphone, serta satu unit sepeda motor Yamaha Nmax warna silver tanpa nomor polisi.
Keberadaan sepeda motor tanpa pelat nomor tersebut menjadi perhatian penyidik karena diduga digunakan sebagai sarana operasional dalam distribusi narkotika, dan saat ini masih dalam pengembangan lebih lanjut.
