Upacara Bendera Mingguan Kodam II Sriwijaya, Pamen Ahli Bidang OMP Tekankan Masalah Ini Ke Prajurit
Kodam II Sriwijaya menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi militer dan memupuk rasa cinta tanah air melalui Upacara Bendera Mingguan yang diselenggarakan di Lapangan Makodam II Sriwijaya Palembang. --Pendam II Sriwijaya
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Komando Daerah Militer (Kodam) II Sriwijaya menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi militer dan memupuk rasa cinta tanah air melalui Upacara Bendera Mingguan yang diselenggarakan di Lapangan Makodam II Sriwijaya, Palembang, Senin 30 Maret 2026.
Upacara berlangsung khidmat dengan Pamen Ahli Bidang OMP, Kolonel Inf Marsal Denny, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup).
Pelaksanaan upacara merupakan salah satu sarana utama dalam memelihara konsistensi disiplin prajurit.
Kehadiran seluruh personel, yang terdiri dari Pasukan Bersenjata dan Pasukan Tanpa Senjata, hingga barisan PNS Putra dan Putri, mencerminkan soliditas dan kesiapsiagaan operasional.
BACA JUGA:Perkuat Sinergi Sektor Perbankan, Kodam II Sriwijaya dan BSI Jajaki Potensi Kolaborasi Strategis
BACA JUGA:Bazar TNI Serentak 2026, Stand Kodam II Sriwijaya Habis Tak Tersisa
Suasana khidmat kian terasa saat bendera Sang Merah Putih dikibarkan, diiringi oleh Satsikmil Ajendam II Sriwijaya.
Momen mengheningkan cipta yang dilakukan setelah pengibaran bendera menjadi jeda reflektif bagi seluruh peserta untuk mengenang jasa para pahlawan.
Hal ini bertujuan untuk merevitalisasi nilai-nilai nasionalisme agar tetap mengakar kuat di dalam sanubari setiap Prajurit dan PNS TNI AD.
Selain penghormatan simbolis, aspek penguatan ideologi juga menjadi inti dari rangkaian upacara ini.
BACA JUGA:Ribuan Jemaah Padati Lapangan Makodam II Sriwijaya, Pangdam Sholat Ied Bersama Warga
Pembacaan teks Pancasila dan pengucapan Sapta Marga serta Santiaji Prajurit dilakukan dengan tegas sebagai bentuk reaktualisasi janji setia kepada negara.
Penegasan nilai-nilai ini diharapkan mampu membentengi seluruh personel dari pengaruh luar yang dapat melunturkan jati diri sebagai pembela bangsa dan negara yang berkarakter.
