Rutan Baturaja Bersama Kemenag OKU Tingkatkan Pembinaan Rohani Melalui Tausiyah
program pembinaan rohani warga binaan di Rutan Baturaja bersama Kemenag OKU-Ist/koranpalpres.com-
BATURAJA,KORANPALPRES.COM - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja terus berkomitmen memberikan hak pembinaan terbaik bagi para Warga Binaan.
Bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Rutan Baturaja menggelar kegiatan tausiyah rutin sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian dan rohani. pada Kamis (02/04/2026)
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Ghafur Rutan Baturaja ini diikuti dengan khidmat oleh puluhan warga binaan.
Program ini bertujuan untuk memberikan pencerahan moral sekaligus menjadi bekal spiritual agar para warga binaan dapat menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat nantinya.
BACA JUGA:Pastikan Keamanan Pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Karutan Baturaja Pimpin Razia Insidentil
BACA JUGA:Sabtu Sehat di Rutan Baturaja: Cara Efektif Jaga Kesehatan Mental dan Fisik Warga Binaan
Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady menyatakan bahwa pembinaan rohani merupakan pilar penting dalam proses pemasyarakatan.
Menurutnya, perubahan perilaku yang paling efektif dimulai dari kesadaran hati yang dipupuk melalui nilai-nilai agama.
"Kami ingin memastikan bahwa masa menjalani pidana di sini bukan sekadar hukuman fisik, tetapi juga masa kontemplasi.
Kehadiran penyuluh dari Kemenag OKU sangat membantu dalam memberikan bimbingan yang tepat sasaran," ungkap Karutan.
BACA JUGA:Rutan Baturaja Laksanakan Giat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan Berbasis Pesantren
BACA JUGA:Pelaksanaan Kunjungan Hari Raya Idul Fitri di Rutan Baturaja Berjalan Tertib dan Aman
Dalam sesi tausiyah tersebut, para penyuluh dari Kemenag OKU menyampaikan materi yang berfokus pada Pentingnya Kesabaran Menghadapi ujian hidup dengan lapang dada, Taubat Nasuha Membuka lembaran baru dan meninggalkan masa lalu yang kelam Implementasi Ibadah Harian Memperbaiki kualitas salat dan zikir sebagai penenang jiwa.
Selain aspek spiritual individu, kegiatan ini terbukti berdampak positif pada kondusivitas keamanan di dalam Rutan.
