Pegawai BI Dibekali Konsensus Dasar Bangsa, Kapus Program Belanegara Sampaikan Ini
Pegawai Bank Indonesia eselon II berfoto bersama dengan Kapus Program Belanegara dan Pengabdian Masyarakat LPPM Unhan RI Kolonel Inf. Dr. Haryo Mustoko, S.Sos.,M.M.,CIT.--Ist
BOGOR, KORANPALPRES.COM – Pegawai Bank Indonesia eselon II mengikuti konsensus dasar bangsa di Kampus Unhan RI.
Menariknya, materi ini disampaikan langsung Kapus Program Belanegara dan Pengabdian Masyarakat LPPM Unhan RI Kolonel Inf. Dr. Haryo Mustoko, S.Sos.,M.M.,CIT.
Di sana, Kolonel Haryo memberikan ceramah dengan materi Konsensus Dasar Bangsa di kelas Nusantara 1 Pusat Kompetensi BPSDM Kemhan Desa Cibodas Kec. Rumpin Kab. Bogor, Jawa Barat.
Adapun Konsensus Dasar Bangsa meliputi 4 Sub Materi seperti Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional, yang mencakup nilai-nilai seperti religius, kekeluargaan, keselarasan, kerakyatan, dan keadilan.
BACA JUGA:Kesempatan Jadi Prajurit TNI dan ASN Kemhan, Daftar Beasiswa D3 Unhan 2026 Sekarang!
Kemudian Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi dan dasar hukum tertinggi negara, yang mengatur hak dan kewajiban warga negara.
Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan nasional yang menekankan persatuan dan kesatuan bangsa, meskipun memiliki keberagaman budaya, agama, dan ras.
Dan terakhir Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang menegaskan kedaulatan dan kesatuan wilayah Indonesia.
Ceramah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman pegawai Bank Indonesia eselon II tentang pentingnya konsensus dasar bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme.
BACA JUGA:Ini Cara Seru LPPM Unhan RI Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan Bogor
Sementara itu, Materi Konsensus Dasar Negara penting untuk karyawan eselon II Bank Indonesia karena mampu meningkatkan kesadaran nasionalisme.
“Karyawan eselon II Bank Indonesia sebagai pemimpin dan pengambil keputusan harus memiliki kesadaran nasionalisme yang kuat untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan negara,” jelas Kolonel Haryo.
