Transparansi Anggaran, Tim Audit Itdam II Sriwijaya Datangi Korem Gapo
Korem Gapo menerima kunjungan Tim Audit Kinerja dari Inspektorat Kodam II Sriwijaya, untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program kerja serta transparansi anggaran di lingkungan jajaran Korem Gapo.--Penrem Gapo
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Komando Resor Militer Garuda Dempo (Korem Gapo) menerima kunjungan Tim Audit Kinerja dari Inspektorat Kodam II Sriwijaya.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program kerja serta transparansi anggaran di lingkungan jajaran Korem Gapo.
Kedatangan Tim Audit yang dipimpin oleh Kolonel Arh Agung Rakhman Wahyudi selaku Ketua Tim, disambut langsung oleh Kasrem Gapo, Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, yang hadir mewakili Danrem Gapo di Makorem Gapo, Senin 6 April 2026.
Audit Kinerja Itdam II Sriwijaya merupakan instrumen pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran yang telah berjalan pada TA 2025 hingga Triwulan I TA. 2026.
BACA JUGA:Sambut Ramadan, Danrem Pimpin Tradisi Munggahan Keluarga Besar Korem Gapo
Selain itu, audit kali ini juga menitikberatkan pada Kegiatan Non Program yang bersentuhan langsung.
Dengan kepentingan masyarakat, di antaranya KDKMP, Optimasi Lahan (Opla) dan Cetak Sawah serta pembangunan Infrastruktur Jembatan Perintis Garuda.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kasrem apo, Danrem menekankan bahwa audit ini bukan sekadar pemeriksaan administratif, melainkan sarana evaluasi dan introspeksi guna meningkatkan kinerja satuan.
"Saya menekankan kepada seluruh Staf Makorem, Balakrem, dan Kodim jajaran agar menyiapkan seluruh data secara lengkap, akurat, dan transparan," tegas Danrem dalam sambutannya.
BACA JUGA:Perkuat Keimanan dan Soliditas, Korem Gapo Gelar Shalat Ied Berjamaah di Masjid Al Ikhlas
BACA JUGA:Wah! Ada Penyerahan Bingkisan Lebaran Khusus Prajurit dan PNS Korem Gapo, Ini Tujuannya
Berikan keterangan yang jelas dan objektif kepada Tim Audit agar pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar dan optimal.
Danrem juga mengingatkan bahwa setiap program, baik yang bersifat administratif maupun implementasi lapangan.
