Datang Sebagai Kader, Mas Ayi Siap Guncangkan Bursa Kursi Ketua DPC PKB Lahat
Ahmad Syahri Kurnianto --ist/koranpalpres.com--
LAHAT, KORANPALPRES.COM - Siapa yang tak kenal dengan sosok Ahmad Syahri Kurnianto SHi, figur yang penuh kharisma, sopan santun dan supel dengan siapa saja.
Nah, kini dirinya menyatakan mengusung diri sebagai bakal calon (Balon) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia tampil dengan narasi berbeda. Ia bukan pejabat dan bukan anggota legislatif, ia datang sebagai kader.
Pernyataan itu ia sampaikan saat memperkenalkan diri sebagai bacalon PKB di Lahat. Momentum itu menjadi titik awal langkah politiknya. Ia ingin menghadirkan alternatif di tengah dominasi figur pejabat.
Ia bukan nama baru di lingkungan partai. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Lahat periode 2014–2019. Pengalaman itu menjadi modal penting dalam perjalanan politiknya.
BACA JUGA:Inginkan Mapel Geografi Wajib di Sekolah, Begini Langkah Strategis Ketum Kagegama Lakukan, Simak Yuk
BACA JUGA:Isi Surat Edaran Ratu Dewa di Koperasi Merah Putih, Demi Perkuat Ekonomi Keluarga
Ahmad Syahri menegaskan dirinya bukan kepala daerah. Ia juga bukan wakil kepala daerah. Ia bukan pula anggota DPRD. Status itu ia sebut sebagai kekuatan, bukan kelemahan.
“Saya satu-satunya calon yang bukan pejabat, maju pada bursa calon Ketua DPC PKB Lahat pada musyawarah cabang (Muscab) pada 18 April mendatang," ujarnya, Jumat, 10 April 2026.
Mas Ayi biasa disapa menilai, posisi non-pejabat memberi ruang lebih luas untuk mendengar suara masyarakat. Ia tidak terikat kepentingan jabatan. Ia ingin membawa perspektif baru dalam kontestasi politik.
Selain itu, ia juga menggarisbawahi latar belakang organisasinya. Ia merupakan kader tulen Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ciputat. Identitas itu ia bawa sebagai nilai perjuangan.
BACA JUGA:Keren! PT Pusri Palembang Raih PROPER Hijau, Bukti Nyata Komitmen Lingkungan Berkelanjutan
Baginya, PMII bukan sekadar organisasi. PMII adalah tempat pembentukan karakter. Dari sana, ia belajar kepemimpinan, keberpihakan, dan keberanian bersuara.
“Kader PMII ditempa untuk dekat dengan rakyat,” katanya.
