https://palpres.bacakoran.co/

banner lebaran 4lawang

Pemkab OKI Perkuat Program GENTING, Target Tahun Ini 2.932 Penerima

program GENTING OKI 2026 target 2932 penerima manfaat keluarga berisiko stunting-Ist/koranpalpres.com-

KAYUAGUNG, KORANPALPRES.COM - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus memperkuat pelaksanaan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting.

Pada tahun 2026, program ini menargetkan sebanyak 2.932 penerima manfaat dari keluarga berisiko stunting.

Data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten OKI menunjukkan, jumlah keluarga berisiko stunting (KRS) pada 2025 tercatat sebanyak 24.795 keluarga.

Dari jumlah tersebut, 12.955 keluarga masuk kategori desil 1 atau kelompok miskin yang menjadi prioritas utama intervensi.

BACA JUGA:Pemkab OKI Tuai Pujian, THR dan Gaji ke-13 Guru PAI Cair Hingga Rp 6,9 Miliar

BACA JUGA:Kabar Gembira! Pemkab OKI Siapkan Rp57 Miliar untuk THR dan TPP ASN hingga PPPK Jelang Lebaran 2026

Namun demikian, capaian program GENTING pada tahun sebelumnya masih belum optimal.

Dari target 2.759 penerima pada 2025, realisasi bantuan baru mencapai 406 penerima atau sekitar 14,71 persen. Sementara hingga April 2026, jumlah penerima bantuan baru mencapai 9 orang.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik Kabupaten OKI, Iwan Setiawan menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam memperkuat strategi pelaksanaan program ke depan.

“Program GENTING ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. 

BACA JUGA:Safari Ramadan Pemkab OKI Serap Aspirasi Warga, Infrastruktur Desa dan Jalan Jadi Prioritas

BACA JUGA:Antisipasi Kenaikan Harga, Pemkab OKI Perkuat Distribusi dan Pasokan Jelang Ramadan

Kita harus memastikan intervensi tepat sasaran, khususnya pada keluarga miskin dan periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujar Iwan Setiawan di Ruang Rapat Bende Seguguk, Kamis 16 April 2026.

Ia menambahkan, rendahnya capaian tahun sebelumnya menjadi evaluasi penting bagi seluruh pemangku kepentingan agar meningkatkan sinergi dan partisipasi, terutama dalam mendorong keterlibatan masyarakat sebagai orang tua asuh (OTA).

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan