Terlalu Sayang Sampai Kehilangan Diri Sendiri? Begini Cara Cerdas Mengatur Perasaan Agar Tidak Terluka Lagi
Terlalu Sayang Sampai Kehilangan Diri Sendiri? Begini Cara Cerdas Mengatur Perasaan Agar Tidak Terluka Lagi--Ilustrasi/ Gemini AI
KORANPALPRES.COM - Fenomena “terlalu sayang sampai kehilangan diri sendiri” kini semakin sering dialami banyak orang, terutama di era di mana hubungan emosional bisa terjalin begitu cepat namun juga rapuh.
Tanpa disadari, rasa peduli yang awalnya tulus justru berubah menjadi beban yang menguras energi, pikiran, bahkan jati diri.
Banyak yang mengaku rela melakukan apa saja demi orang yang disayang, tetapi berakhir dengan perasaan kosong dan kehilangan arah.
Kondisi ini biasanya bermula dari kebiasaan menempatkan kebahagiaan orang lain di atas diri sendiri. Setiap keputusan diambil berdasarkan perasaan orang tersebut, bukan kebutuhan pribadi.
Akibatnya, batasan diri menjadi kabur. Ketika hubungan tidak berjalan sesuai harapan, rasa kecewa yang muncul pun berkali-kali lipat lebih menyakitkan.
Bahkan para psikolog menyebut bahwa perasaan berlebihan ini sering berkaitan dengan kebutuhan validasi dan rasa takut kehilangan.
Seseorang merasa harus “memberi lebih” agar tetap dianggap penting. Padahal, pola seperti ini justru bisa menciptakan ketergantungan emosional yang tidak sehat.
Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
Langkah pertama adalah menyadari bahwa mencintai orang lain tidak berarti harus mengorbankan diri sendiri.
Mengenali batasan emosional menjadi kunci penting agar hubungan tetap sehat. Mulailah dengan hal sederhana, seperti berani mengatakan “tidak” dan memberi ruang untuk diri sendiri tanpa rasa bersalah.
