Peringati Hari Kartini, Siswa SMPN 3 Lahat Kenakan Pakaian Khas Indonesia Ini, Sebagai Bentuk Penghormatan
KENAKAN BATIK: Siswa SMPN 3 Lahat yang ikuti Ujian ASAJ dan guru pengawas, kenakan baju batik memperingati Hari Kartini--SMPN 3 Lahat/koranpalpres.com--
LAHAT, KORANPALPRES.COM - Ada yang berbeda di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Lahat, pada umumnya siswa yang mengikuti ujian mengenakan seragam, tapi kali ini rupanya mereka berpakaian batik baik siswa-siswa termasuk guru pengawas.
"Ini semua sebagai bentuk penghormatan bagi Pahlawan Bangsa Indonesia, sekaligus memperingati Hari Kartini yang tepat jatuh pada 21 April, bertepatan saat Assesman Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ)," ungkap Kepala Sekolah, Andi Irawan SPd MPd, Selasa, 21 April 2026.
Siswa yang ikut ASAJ pun tidak keberatan menggunakan pakaian khas Indonesia, malah lebih nyaman dan memperkenalkan salah satu peninggalan paling ikonik.
"Tentu saja, hal ini memberikan manfaat sekaligus membentuk karakter agar tidak melupakan hari paling bersejarah, serta membuat anak didik tidak akan melupakan hari besar," sebut dirinya.
BACA JUGA:GAK NYANGKA! Cuma Pakai Botol Bekas, Kamu Bisa Panen Sayur Sendiri Tanpa Listrik, Begini Caranya!
BACA JUGA:Peringati Hari Kartini, Yamaha Thamrin Gelar Event Classy Beauty Kartini Ride di Palembang
Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Cabang Lahat ini menambahkan, hingga hari kedua ujian ASAJ berjalan lancar tanpa adanya hambatan, apalagi mereka mengikuti secara online.
"Pihak SMPN 3 Lahat dalam ujian kali ini menggunakan komputer digitalisasi, sebab tidak lagi secara manual karena mempermudah siswa mengoperasikan komputer," terang dia.
Nah, apabila siswa bersangkutan tidak dapat mengikuti misalkan, sakit ataupun mengalami kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) hanya saja, masih bisa beraktifitas atau mengerjakan soal ujian maka guru dan pengawas dapat mendatanginya.
"Kalau kondisinya memungkinkan untuk mengikuti ASAJ, maka dapat didatangi baik ke rumah ataupun rumah sakit untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan," terang Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Lahat, Jhon Kenedi SPd MPd.
BACA JUGA:DPUBM Mura Renovasi dan Cat Ulang Jembatan, Tingkatkan Kenyamanan Pengendara
BACA JUGA:DPRD dan Dinas Terkait Sidak PT SPF Berkaitan Banyaknya TKA asal China, ini Hasilnya
Hal ini, sambungnya, telah ada petunjuk teknis dan pelaksaannya sekaligus memberikan kemudahan bagi siswa bersangkutan, jangan sampai mereka tidak mengikuti ujian kelulusan sekolah.
"Bisa juga, setelah sehat dapat ujian susulan tentu saja kita tidak akan memberatkan siswa, terpenting syaratnya diikuti dengan baik dan seksama," tutup dia.
