Arab Saudi Dilanda Cuaca Ekstrem, Jemaah Haji Diminta Waspada
Sebanyak 443 jemaah haji Kloter 4 Embarkasi Palembang resmi diberangkatkan ke Madinah untuk mengikuti rangkaian ibadah di tanah suci.-Ist/koranpalpres.com-
439 Jemaah Haji Berangkat ke Madinah
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Cuaca di Arab Saudi saat ini sedang dilanda ekstrem.
Hal ini diketahui dari keterangan resmi yang dikeluarkan Kemenhaj Sumsel dalam website resminya.
Dalam keterangan resminya tersebut, Staf Ahli Kementerian Haji dan Umrah, Ramadhan Harisman memberikan peringatan penting bagi jemaah haji Indonesia mengenai tantangan cuaca ekstrem di Arab Saudi.
Ia menekankan bahwa kesiapan fisik yang prima merupakan kunci utama agar jemaah dapat melaksanakan rukun haji secara optimal.
BACA JUGA:ALHAMDULILLAH! 2 Jemaah Haji Sakit Akhirnya Diizinkan Berangkat, Total 1.327 Orang di Madinah
BACA JUGA:217 Jemaah Haji OKI Resmi Berangkat, Bupati Muchendi Tekankan Kebersamaan
Ramadhan menjelaskan bahwa ibadah haji tahun ini dilaksanakan di tengah kondisi geografis dan cuaca yang sangat berbeda dengan di tanah air. Suhu rata-rata di Arab Saudi saat ini dilaporkan jauh melampaui suhu rata-rata di Indonesia.
"Haji adalah ibadah fisik yang berat. Dengan suhu yang ekstrem di sana, kami meminta jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan, mengonsumsi makanan bergizi yang telah disiapkan PPIH, serta memperbanyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan kronis," ujar Ramadhan.
Ramadhan mengimbau jemaah, khususnya dari Embarkasi Palembang, untuk menghemat tenaga.
Ia meminta jemaah dan pembimbing ibadah untuk saling mengingatkan agar tidak terlalu banyak melakukan aktivitas fisik di luar hotel yang tidak terkait langsung dengan rukun haji.
BACA JUGA:3 Jemaah Haji Kloter 2 Palembang Tertunda Berangkat, Ini Penyebabnya
"Tujuan utama kita adalah wukuf di Arafah. Agar kondisi fisik optimal saat puncak haji, kurangi aktivitas di luar hotel. Kami mohon kerja sama para pembimbing untuk terus memantau kondisi jemaah," tambahnya.
Hal menarik lainnya, Ramadhan mengimbau pihak keluarga dan jajaran Kementerian di tingkat kabupaten/kota serta embarkasi untuk menyederhanakan acara seremonial pelepasan. Menurutnya, tradisi yang terlalu panjang seringkali membuat jemaah sudah merasa lelah bahkan sebelum berangkat.
