Semarak Hari Tari Dunia 2026 di Palembang: 1000 Penari, 10 Jam Nonstop, dari Tepian Musi Menuju Panggung Dunia
Dua penari yang menjadi ikon dalam tantangan 10 jam nonstop, Sapta dan Mita pada peringatan Hari Tari Dunia 2026 yang digelar meriah di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Rabu 29 April 2026-Foto: Alhadi Farid-koranpalpres.com
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Palembang kembali menunjukkan denyut kebudayaannya yang kuat melalui peringatan Hari Tari Dunia 2026 yang digelar meriah di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Rabu 29 April 2026.
Mengusung tema “Dari Tepian Musi ke Panggung Dunia”, kegiatan ini menjadi panggung besar bagi ratusan seniman tari lintas generasi untuk menunjukkan eksistensi dan kecintaan mereka terhadap seni tradisi.
Acara yang diinisiasi oleh komunitas Setapa (Sanggar Tari Palembang) ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya peringatan Hari Tari Dunia membawa nama Setapa secara resmi.
Lebih dari 60 sanggar tari dari Palembang, berbagai daerah di Sumatera Selatan seperti Muara Enim, hingga partisipan dari luar provinsi turut ambil bagian. Total, sekitar 90 tarian dipentaskan sejak pukul 08.00 pagi hingga 21.00 malam.
BACA JUGA:Spektakuler! 2 Penari Sumsel Jalani Aksi Menari 10 Jam Non-Stop di Palembang
Tak hanya menampilkan parade tari, kegiatan ini juga terbuka untuk umum dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak PAUD hingga lansia, sehingga menjadikannya sebagai ruang inklusif bagi siapa saja yang ingin menari dan merayakan budaya.
Ketua SATAPA Sumsel, Heriyandi, menjelaskan bahwa rangkaian acara telah disusun secara matang. Pagi hari dimulai dengan parade tari dan pembukaan resmi, termasuk pelantikan pengurus SATAPA.
Siang harinya diisi dengan workshop Tari Dana Belincak serta pertunjukan lanjutan dari sanggar-sanggar peserta. Sementara malam hari menjadi puncak acara dengan penampilan spektakuler dan tari massal.
“Puncaknya nanti ada 1.000 penari dalam bentuk flash mob Tari Dana Belincak. Ini bukan hanya pertunjukan, tapi simbol kebersamaan dan semangat budaya kita,” ujar Heriyandi.
BACA JUGA:Peringatan Hari Tari Dunia: A Tribute To Cek Ya Lena, Seniwati Legendaris Kota Palembang
Masih kata Heriyandi, sorotan utama dalam peringatan Tari Sedunia tahun 2026 ini adalah tantangan luar biasa yakni menari selama 10 jam tanpa henti.
Dua penari terpilih sebagai ikon kegiatan ini adalah Sapta Muba dan Mita Musi Palembang.
Keduanya terpilih melalui proses audisi ketat sejak awal Maret, menyisihkan enam kandidat lainnya.