Hadapi Tingginya Konsumsi Gula, Enzim Dextranase Jadi Inovasi Baru untuk Lindungi Gigi Masyarakat Indonesia
Hadapi Tingginya Konsumsi Gula, Enzim Dextranase Jadi Inovasi Baru untuk Lindungi Gigi Masyarakat Indonesia--IST
KORANPALPRES.COM - Wacana penerapan cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) kian menyoroti darurat konsumsi gula di Indonesia.
Saat ini, rata-rata asupan gula masyarakat telah mencapai 62–75 gram per hari, berada jauh di atas batas aman anjuran Kemenkes (50 gram).
Google Advertisement Below
Tingginya asupan "gula tersembunyi" ini menempatkan jutaan penduduk pada risiko berbagai Penyakit Tidak Menular (PTM) yang serius, mulai dari obesitas, penyakit kardiovaskular, gagal ginjal, hingga lonjakan kasus diabetes.
Namun, sebelum berbagai ancaman sistemik tersebut merusak organ dalam, terdapat satu krisis kesehatan yang menjadi "korban pertama" secara langsung: kerusakan rongga mulut.
BACA JUGA:Solusi Napas Segar 12 Jam, Inilah Produk usmile yang Laris Manis di Ramadan 2026
BACA JUGA:43 Persen Warga RI Pakai THR Agar Tampil Glowing, usmile Fokus Kesehatan Gigi
Riset menunjukkan bahwa konsumsi manis berlebih meningkatkan risiko karies (gigi berlubang) hingga 2,8 kali lipat.
Proses kerusakan ini terjadi dengan sangat cepat. Dalam hitungan 20 hingga 30 menit setelah asupan manis, bakteri Streptococcus mutans memetabolisme sisa gula menjadi asam pekat yang langsung mengikis enamel pelindung gigi.
Lebih dari itu, bakteri mengubah gula menjadi glukan, yakni senyawa super lengket yang bertindak sebagai "lem" plak.
Kondisi ini membuat sikat gigi mekanik dan pasta gigi konvensional sering kali tidak cukup kuat untuk meluruhkan sisa ancaman tersebut.
BACA JUGA:Cuan Menjelang Idul Fitri, usmile Indonesia Buka Lowongan Affiliator
Menjawab tantangan dari gaya hidup modern ini, usmile menghadirkan inovasi usmile Optical White yang mengedepankan proteksi biologis melalui aksi ganda enzim Dextranase dan Lysozyme.
Dextranase bekerja layaknya pelarut cerdas yang secara spesifik menargetkan dan memecah rantai glukan, meluruhkan struktur plak lengket sehingga bakteri dan asam tidak lagi terperangkap di permukaan gigi.
Di saat yang bersamaan, Lysozyme bertindak sebagai antibakteri alami yang secara proaktif menekan perkembangbiakan bakteri patogen penyebab karies di tengah kondisi mulut yang asam.