https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

Urgensi Tafsir Maudu’i dalam Menghadapi Era Post-Truth: Menakar Integritas Jurnalisme Berbasis Wahyu

Jurnalisme yang berbasis pada ketelitian tafsir akan menghasilkan produk informasi yang edukatif dan bernilai ibadah--Sumber: Gemini AI

Oleh: Siti Aisya (Mahasiswa MBKM Prodi Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Raden Fatah Palembang)

DI tengah gempuran arus informasi yang kian tak terbendung, dunia jurnalisme kontemporer dihadapkan pada tantangan besar berupa disinformasi dan fenomena post-truth.

Google Advertisement Below

Menanggapi hal tersebut, para pakar literasi dan akademisi mulai menyoroti pentingnya integrasi metodologi tafsir al-Qur'an sebagai pisau analisis dalam aktivitas jurnalistik guna menjaga marwah kebenaran publik.

Tafsir, secara harfiah berarti penjelasan atau penyingkapan makna, memiliki korelasi substansial dengan jurnalisme.

BACA JUGA:Menakar Etika Dalam Hadis Tabayyun di Tengah Etika Jurnalisme Modern

BACA JUGA:Penutupan Program PPM di Kantor Ombdusman Sumsel, Mahasiswa Diminta Promosikan Jurnalisme Warga

Jika jurnalisme bertugas melaporkan fakta secara jernih, maka tafsir berperan dalam memberikan konteks dan kedalaman agar fakta tersebut tidak terdistorsi. 

Dalam perspektif Islam, jurnalisme bukan sekadar profesi pengumpul berita, melainkan sebuah amanah tabligh (menyampaikan) yang menuntut ketelitian tingkat tinggi atau tabayyun.

Prinsip utama dalam tafsir adalah validitas sumber dan ketepatan pemaknaan.

Hal ini sejalan dengan kode etik jurnalistik yang mengutamakan akurasi. Kaitan erat antara keduanya tercermin dalam diskursus mengenai pentingnya verifikasi.

BACA JUGA:FJPI Sumsel Gaungkan Jurnalisme Inklusif Demi Kebebasan Berekspresi Jurnalis Perempuan

BACA JUGA:Gelar Bukber, PWI Kota Pagaralam Perkuat Silaturahmi dan Komitmen Jurnalisme Berimbang

Dalam konteks ini, Rasulullah SAW telah memberikan peringatan keras bagi para pembawa berita agar tidak terjebak dalam penyebaran kabar bohong yang tidak tervalidasi.

Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menjadi pengingat krusial bagi para praktisi media.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan