Kembali, Kejati Sumsel Gelar Program JMS, Sekolah Ini Sasarannya
Kejati Sumsel melaksanakan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah dengan mengusung tema “Anti-Bullying Bersama Kita Cegah Bullying” di SMAN 12 Palembang.--Humas Kejati Sumsel
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) melalui Seksi Penerangan Hukum Bidang Intelijen melaksanakan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah dengan mengusung tema “Anti-Bullying Bersama Kita Cegah Bullying”, Senin 25 Mei 2026.
Kali ini kegiatan berlangsung di SMA Negeri 12 Palembang dan turut diikuti oleh Wakil Kepala Kurikulum Bapak Priyanto, M.Pd, Perwakilan Guru dan Siswa Siswi dari SMAN 12 Palembang.
Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan melalui kegiatan Jaksa Masuk Sekolah ini mengajak seluruh unsur yang terdapat di lingkungan sekolah untuk dapat lebih peduli jika terindikasi adanya tindakan bullying yang terjadi disekitarnya.
"Jangan hanya jadi penonton tapi jadilah pelindung. Laporkan, bantu dan dukung mereka yang membutuhkan suara," ujar Kasi Penkum Kejati Sumsel, Dr. Vanny Yulia Eka Sari, S.H., M.H.
BACA JUGA:2 PJU Kejati Sumsel Ini Laksanakan Pengamanan Pembangunan Strategis Bidang Intelijen, Siapa Mereka?
BACA JUGA:Pejabat Kejati Sumsel Ini Berikan Pengarahan dalam Sosialisasi Pemutakhiran Data Mandiri
Bullying bukanlah hal sepele, karena setiap perkataan dan tindakan yang menyakitkan dapat meninggalkan luka mendalam bagi seseorang.
Banyak korban bullying merasa takut, kehilangan rasa percaya diri, bahkan sulit untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang.
"Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai," katanya.
Mencegah bullying dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga ucapan, menghormati perbedaan, dan peduli terhadap teman di sekitar.
BACA JUGA:Wakajati Sumsel Pimpin Pelantikan 11 Pejabat di Lingkungan Kejati Sumsel
BACA JUGA:Buron Sejak Februari, Terpidana Asal Muba Ini Akhirnya Ditangkap Tim Tabur Kejati Sumsel
"Jangan pernah diam ketika melihat tindakan bullying terjadi. Berani menegur, membantu korban, dan melaporkan tindakan tersebut adalah bentuk kepedulian yang dapat membawa perubahan besar. Sikap saling mendukung akan membuat setiap orang merasa dihargai dan diterima," jelasnya.
Kegiatan dimulai dengan dengan pemaparan materi anti bullying kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan kuis untuk mengetahui pemahaman para siswa siswi mengenai Bullying.