Beberapa Bangunan Peninggalan Kolonial Belanda di Tanjung Raja Ogan Ilir, Baru Sebatas Cerita!
Adanya bangunan tua di Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir yang menjadi Cagar Budaya masih menjadi misteri.-Ist/koranpalpres.com-
OGAN ILIR, KORANPALPRES.COM - Adanya bangunan tua di Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir yang menjadi Cagar Budaya masih menjadi misteri.
Apakah bangunan tersebut peninggalan zaman Kolonial Belanda atau bukan? Karena belum ada pernyataan resmi dari seorang ahli dalam hal ini.
Namun dari cerita masyarakat Tanjung Raja, bangunan Kantor Camat Tanjung Raja, Kantor Pos lama, dan Kantor Lurah Kelurahan Tanjung Raja Utara yang malam kemarin terbakar adalah peninggalan Belanda.
Namun pastinya, pernyataan ini masih perlu penelitian mendalam oleh ahli-ahli sejarah, tentang kebenaran bangunan tua di Kecamatan Tanjung Raja, Ogan Ilir, Sumatera Selatan ini.
BACA JUGA:Gedung Cagar Budaya di Ogan Ilir Terbakar, Benarkah Peninggalan Kolonial Belanda?
BACA JUGA:Kawal Cagar Budaya, Komisi IV DPRD Palembang Siap Adukan Polemik BKB ke Senayan
"Ya, kalau cerita orang tua dan sesepuh kita terdahulu, memang bangunan zaman Belanda Kantor Camat Tanjung Raja, Kantor Pos lama, dan Kantor Lurah yang terbakar itu," papar Camat Tanjung Raja, Dian Septa.
"Tapi pastinya dan kebenarannya kita tidak tahu betul, baru sebatas cerita, belum ada ahli sejarah yang benar-benar melakukan penelitian terhadap beberapa bangunan tua di Tanjung Raja ini," terangnya.
Hal ini juga diakui Kabid Kebudayaan Disdikbud Ogan Ilir, Yunidar menurutnya, untuk bangunan tersebut juga masih dalam tahap pengusulan untuk menjadi Cagar Budaya.
"Saat ini baru sebatas di Lestarikan bangunan itu, tapi sudah bisa kita bilang Cagar Budaya juga," singkatnya.
BACA JUGA:Banjir Bandang Rusak Situs Cagar Budaya Ombilin Sawahlunto, Fadli Zon Gercep Lakukan Langkah Cerdas
Dari penyusuran di google, berikut Profil Tanjung Raja. Tanjung Raja adalah sebuah kecamatan tertua di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Indonesia.
Awal mulanya kecamatan ini meliputi Kecamatan Rantau Alai, Rantau Panjang, Sungai Pinang, dan beberapa desa yang sekarang menjadi wilayah Kecamatan Indralava Selatan.