Sebelum OTT, Bupati Muara Enim Edison Komitmen Cegah Korupsi
Bupati Muara Enim Edison sempat menghadiri penandatangan kerjasama Pemprov Sumsel dan KPK terkait penanganan pengaduan tindak pidana korupsi--instagram: @humaspimpinan_muaraenim
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum., hingga kini terus didalami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Namun ada hal menarik dari usaha pencegahan korupsi, Edison sempat menghadiri penandatangan kerjasama Pemprov Sumsel dan KPK terkait penanganan pengaduan tindak pidana korupsi.
Hal ini diketahui dari akun Instagram @humaspimpinan_muaraenim yang diupload pada tanggal 4 Juni 2026.
Dalam konten tersebut disertai dengan caption jika Pemkab Muara Enim siap bersinergi dalam memperkuat pencegahan korupsi di sektor Pengadaan Barang dan Jasa.
BACA JUGA:KPK Gelar OTT di Sumsel, Salah satunya Diduga Bupati Muara Enim Diamankan
BACA JUGA:Pasca OTT Kepala KUPP Sungai Lumpur, Kejati Sumsel Amankan 17 Bundel Dokumen Pelayaran
Bupati juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah progresif Gubernur Sumatera Selatan dalam memperkuat pencegahan korupsi, khususnya di sektor Pengadaan Barang dan Jasa.
Bahkan dia menegaskan Pemkab Muara Enim berkomitmen tinggi untuk mewujudkan sistem pengaduan yang transparan, akuntabel dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Muara Enim.
Bupati mengimbau seluruh aparatur Pemkab Muara Enim untuk selalu proaktif memahami regulasi, menjaga transparansi, menghindari mark-up, serta menolak keras pekerjaan fiktif demi tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Seperti diketahui, Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Muara Enim, Senin 8 Juni 2026.
BACA JUGA:Kepala KUPP Sungai Lumpur Terjaring OTT, Dugaan Pungli Izin Berlayar
BACA JUGA:Kejati Sumsel OTT Oknum Anggota DPRD Muara Enim dan Anaknya, Ini Kasusnya
Dalam penyelidikan tertutup tersebut, tim KPK mengamankan 10 orang di wilayah Sumsel dan Jakarta.
Dan diketahui salah satunya diduga Bupati Muara Enim, Edison, bersama sejumlah pihak lainnya.