Kopi Arabika Apa Robusta, Mana yang Lebih Ramah Lambung?
Kopi Arabika dan Kopi Robusta menjadi gaya hidup untuk penambah tenaga namun satu diantaranya memiliki karakteristik yang ramah lambung.--sumber foto: chat gpt
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Sekarang ini minum kopi sudah bukan cuma soal cari segar atau penambah tenaga saja, melainkan sudah jadi kebiasaan dan gaya hidup banyak orang, baik yang tinggal di kota besar maupun di desa.
Bagi kamu yang gemar ngopi, nama Arabika dan Robusta tentu sudah tidak asing di telinga.
Ternyata perbedaan keduanya tidak cuma soal rasa dan wangi, tapi juga berpengaruh langsung pada kondisi lambung kita.
Perlu diingat, meski terasa nikmat, semua jenis kopi bisa memicu produksi asam lambung.
BACA JUGA:Program Presisi Polri, Polres Lubuklinggau Serap Aspirasi Warga Lewat Sambang Kopi Keliling
BACA JUGA:Daftar Kopi yang Aman untuk Lambung, Pilihan Tepat Penderita Maag
Jadi buat kamu yang punya riwayat sakit maag atau lambung sensitif, wajib lebih teliti memilih jenis kopi yang dikonsumsi.
Kopi Arabika
Biasanya tumbuh subur di daerah dataran tinggi yang udaranya sejuk. Jenis ini jadi favorit banyak orang dan menguasai sekitar 70 persen pasar kopi dunia.
Tidak heran kalau hampir semua kedai kopi terkenal lebih sering menyajikan Arabika.
Aromanya harum dan rasanya tidak terlalu pahit, bahkan ada yang terasa sedikit manis dengan nuansa seperti cokelat, buah, atau karamel, asal diolah dengan cara yang benar agar keaslian rasanya tetap terjaga.
Kopi Robusta
Berbeda dengan Arabika, kopi ini bisa tumbuh di berbagai jenis lahan dan perawatannya pun lebih mudah, sehingga harganya lebih terjangkau.
Rasanya jauh lebih kuat, cenderung pahit dan ada sedikit sentuhan asam yang cukup terasa, cocok buat kamu yang suka kopi dengan rasa pekat.