Ternyata Palembang Sudah Banjir Sejak 1932, Begini Penjelasan Ratu Dewa
Wali Kota Palembang H Ratu Dewa menyerahkan miniature Rumah Limas kepada Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan usai membuka Festival Aspirasi Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI, Ahad 14 Juni 2026.--Ist
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Persoalan banjir hingga kini masih menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.
Terlebih beberapa hari terakhir, cuaca di Palembang mulai memasuki musim pancaroba.
Terutama pada siang menjelang sore hari, awan mendung mulai menyelimuti sejumlah daerah di Kota Palembang.
Namun siapa sangka, persoalan banjir di Palembang sudah ada sejak tahun 1932.
BACA JUGA:Damkar Diminta Siaga Evakuasi Ular Saat Banjir, Begini Kata Sekda Palembang
BACA JUGA:Peduli Warga Terdampak Banjir, PLN Salurkan Bantuan Paket Sembako di Kabupaten Lebong
Kondisi ini disebabkan karena faktor alam dan perilaku manusia.
Kondisi ini diungkap Wali Kota Palembang H Ratu Dewa saat membuka Festival Aspirasi Badan Aspirasi
Masyarakat (BAM) DPR RI bertema "Membangun Tata Kota Palembang yang Berkelanjutan untuk Mengatasi Banjir dan Kemacetan melalui Aspirasi dan Partisipasi Publik" di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Ahad 14 Juni 2026.
Ratu Dewa menjelaskan bahwa permasalahan tersebut bukan hal baru bagi Palembang.
BACA JUGA:Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Dibongkar, Alasannya Bikin Banjir
BACA JUGA:Personel Disihub Dapat Atensi Saat Banjir, Sekda Palembang Tegas Sampaikan Ini
Menurutnya, catatan sejarah menunjukkan banjir telah terjadi sejak tahun 1932, namun tuntutan masyarakat terhadap penyelesaiannya kini semakin besar.
"Banjir di Palembang dipengaruhi faktor alam dan perilaku manusia. Saat curah hujan tinggi, genangan akan muncul. Namun perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan dan kurang menjaga anak sungai juga menjadi penyebab yang harus dibenahi bersama," katanya.