Langkah Strategis Kilang Plaju Memperkuat Keandalan Operasional Melalui Mitigasi Supply Loss
Pertamina Patra Niaga Plaju latih Tim Pengendali Supply Loss demi jamin keandalan distribusi energi Sumsel. Baca strategi lengkapnya di sini!--pertamina kilang plaju for koranpalpres.com
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Guna memperkuat keandalan operasional di tengah dinamika industri hilir migas yang kompetitif, PT Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju terus mengambil langkah proaktif.
Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat kecakapan tim pengendali Supply Loss melalui berbagai program upskilling yang komprehensif.
Upaya ini dirancang untuk memastikan seluruh proses bisnis kilang berjalan secara efisien, presisi, dan nihil potensi kerugian material.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Kilang Plaju kembali memfasilitasi agenda Upskilling & Focus Group Discussion (FGD) serta Alignment.
BACA JUGA:Curi Perhatian di Invirotech 2026, Kilang Plaju Pamer Alat Pengasap Ikan Ramah Lingkungan
BACA JUGA:Sinergi Hijau: Kilang Plaju dan Pemkot Palembang Kolaborasi Perluas Ruang Terbuka Kota
Kegiatan intensif yang berlangsung pada 17 hingga 18 Juni 2026 ini bertujuan utama untuk memitigasi potensi kehilangan pasokan (supply loss) di seluruh lini proses bisnis kilang.
Langkah ini dinilai strategis dalam mengidentifikasi celah operasional sekaligus menyelaraskan persepsi tim teknis di lapangan.
Supply Loss sendiri secara definisi merupakan potensi kehilangan atau penyusutan material maupun produk selama proses panjang rantai pasok (supply chain).
Bagi Kilang Plaju yang merupakan bagian integral dari ekosistem bisnis hilir Pertamina (Subholding Downstream), aspek pengawasan ini dipandang sangat krusial.
BACA JUGA:Tanggap Bencana! Kilang Plaju Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di 1 Ilir Palembang
BACA JUGA:Era Digital! Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Upgrading Kompetensi Pekerja demi Keandalan Operasi
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) Kilang Plaju, Asrinur.
Ia menjelaskan bahwa Supply Loss menjadi salah satu indikator utama yang dipantau secara ketat, baik di tingkat unit operasi regional hingga ke level kantor pusat Jakarta.