Polda Sumsel Gelar Patroli Udara Karhutla, Wakapolda Pimpin Pengawasan Empat Wilayah Strategis
Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana melakukan patrol Udara guna memperkuat langkah antisipatif menghadapi potensi karhutla.--Bidhumas Polda Sumsel
LUBUK LINGGAU, KORANPALPRES.COM - Polda Sumatera Selatan terus memperkuat langkah antisipatif menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui patroli udara.
Yang dipimpin langsung Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., mewakili Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., Kamis 18 Juni 2026.
Patroli udara tersebut dilaksanakan usai rangkaian kunjungan kerja di wilayah hukum Polres Lubuk Linggau dengan menyisir sejumlah daerah yang selama ini memiliki tingkat kerawanan Karhutla cukup tinggi.
Meliputi Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Banyuasin.
BACA JUGA:Implementasi Presisi Polri, Polda Sumsel Kawal Distribusi Pangan ke Bulog Lahat
BACA JUGA:Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Bangun Ketahanan Sosial Melalui Kolaborasi Pesantren
Dalam pelaksanaannya, Wakapolda Sumatera Selatan didampingi Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Heru Agung Nugroho, S.I.K., Kabid Propam Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Raden Azis Safiri, S.I.K., CPHR.
Serta Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Patroli udara dilakukan untuk memetakan kondisi terkini wilayah rawan kebakaran, mengidentifikasi potensi titik panas (hotspot).
Serta memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko Karhutla di Sumatera Selatan.
BACA JUGA:Polda Sumsel Perkuat Ketahanan Sosial Melalui Khotmil Al-Quran Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Program Presisi Polri sekaligus bentuk dukungan terhadap kebijakan nasional dalam menjaga ketahanan lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat.
Serta mencegah dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat bencana asap. Pengalaman penanganan Karhutla dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa pencegahan sejak dini merupakan strategi paling efektif untuk menghindari kerugian yang lebih besar.