SMPN 1 Lahat Selatan Tutup MPLS dengan Terapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Apa Saja Itu
Ridiansyah SPdi MPd --Bernat/koranpalpres.com--
LAHAT, KORANPALPRES.COM - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Lahat Selatan, menutup pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, pada Jumat, 17 Juli 2026 setelah berlangsung selama lima hari sejak 13 Juli 2026 silam.
Kegiatan MPLS dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (Juknis) Kementerian Pendidikan dengan mengusung penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sebagai upaya membentuk karakter dan membiasakan perilaku positif bagi peserta didik baru.
Selama pelaksanaan MPLS, para siswa mengikuti berbagai kegiatan yang edukatif dan menyenangkan, seperti penanaman karakter, senam sehat, pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG), kunjungan kesehatan, pembiasaan ibadah serta pengenalan lingkungan sekolah.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh antusias, dan keceriaan dari para siswa baru yang mulai beradaptasi dengan kehidupan sekolah.
BACA JUGA:Densus 88 AT Polri Bekali 775 Siswa SMA di Palembang Cegah Paham IRET
BACA JUGA:Keren! SANF Sustainability Squad Wadahi Mahasiswa UB dan IPB Sulap Desa Jadi Sehat dan Bebas Polusi
Kepala SMPN 1 Lahat Selatan, Ridiansyah SPdi MPd mengatakan, bahwasanya seluruh kegiatan MPLS dilaksanakan untuk membentuk karakter peserta didik, yang berakhlak mulia dan memiliki rasa cinta terhadap sekolahnya.
"Selama kurun waktu lima hari pelaksanaan MPLS yang dimulai sejak 13 hingga 17 Juli 2026, kami melaksanakannya sesuai juknis dari Kementerian Pendidikan melalui penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, mulai dari penanaman karakter, senam sehat, Makan Bergizi Gratis, kunjungan kesehatan dan berbagai kegiatan lainnya. Alhamdulillah seluruh kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai jadwal," ujarnya.
Ia menambahkan, MPLS Ramah di SMPN 1 Lahat Selatan juga menjadi komitmen seluruh warga sekolah, untuk memberikan pelayanan pendidikan yang humanis kepada siswa.
"Kami ingin seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, petugas kebersihan hingga satpam, mampu memahami dan melayani peserta didik dengan penuh keramahan serta memperlakukan mereka seperti anak sendiri," imbaunya.
BACA JUGA:Lomba Balita Indonesia 2026, Shela Ingatkan Pentingnya Kenali Potensi Anak Sejak Dini
BACA JUGA:Bye-Bye Proses Manual! Andal Kharisma HCM Siap Bikin Operasional HR Lebih Efisien
Harapannya, setelah mengenal lingkungan sekolah, siswa memiliki rasa memiliki terhadap sekolahnya, termotivasi untuk belajar dan terbiasa beribadah.
"Didamping itu, tumbuh menjadi anak yang berkarakter baik, berakhlak mulia dan siap menjadi generasi Indonesia Hebat," tutup Ridiansyah.