Cegah Keterlambatan Tumbuh Kembang Balita, Dosen Poltekkes Kemenkes Palembang Latih Kader Posyandu
Dosen Keperawatan Anak Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palembang saat melatih Kader Posyandu di Desa Pegayut, Kabupaten Ogan Ilir, belum lama ini.--Ist
OGAN ILIR, KORANPALPRES.COM – Sebanyak 30 balita mengikuti pemeriksaan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Dosen Keperawatan Anak Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palembang di Desa Pegayut, Kabupaten Ogan Ilir, pada 13 Mei 2026.
Kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan bagi lima kader Posyandu mengenai stimulasi tumbuh kembang menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) sebagai upaya mencegah keterlambatan perkembangan anak sejak usia dini.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Pegayut, Ibu Nina Mardiana, SKM, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi Poltekkes Kemenkes Palembang dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita.
Tim pengabdi dipimpin oleh Eva Oktaviani, M.Kep., Ns., Sp.Kep.An selaku ketua, dengan anggota Jawiah, S.Pd., S.Kep., M.Kes dan Rehana, S.Pd., S.Kep., M.Kes, serta didukung oleh enam mahasiswa Jurusan Keperawatan sebagai pendamping selama kegiatan berlangsung.
Ketua tim pengabdian, Ns. Eva Oktaviani, menjelaskan bahwa masa balita merupakan periode emas (golden period) yang menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan perkembangan anak pada masa mendatang.
Oleh karena itu, deteksi dini dan stimulasi yang tepat perlu dilakukan secara berkesinambungan agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai tahap usianya.
"Kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader, kami berharap pemantauan tumbuh kembang balita dapat dilakukan lebih optimal sehingga setiap anak memperoleh kesempatan berkembang sesuai potensinya," ujar Ns.Eva.
Berbeda dengan kegiatan Posyandu pada umumnya yang lebih berfokus pada penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, kegiatan ini juga membekali kader dengan keterampilan menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) sebagai media stimulasi perkembangan.
Melalui permainan yang disesuaikan dengan usia anak, kader dilatih untuk menstimulasi kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa, kognitif, serta kemampuan sosial dan emosional balita.
Pendekatan belajar sambil bermain ini diharapkan dapat diterapkan tidak hanya saat kegiatan Posyandu, tetapi juga oleh orang tua di rumah.