Biar Gen Z Nggak Lupa Tradisi! FKIP Unsri Ajak Guru Sejarah Ogan Ilir Sulap Seni Dulmuluk Jadi E-Comic
Tim FKIP Unsri latih guru sejarah Ogan Ilir kemas sejarah seni Dulmuluk jadi E-Comic interaktif untuk Gen Z. --fkip unsri for koranpalpres.com
OGAN ILIR — Pernahkah kamu mendengar tentang Dulmuluk?
Bagi sebagian besar anak muda masa kini, nama seni pertunjukan teater tradisional khas Sumatera Selatan ini mungkin terdengar cukup asing.
Padahal, di awal abad ke-20, Dulmuluk adalah "panggung hiburan papan atas" yang selalu dipadati penonton dan menjadi pusat perhatian di berbagai pelosok daerah.
Melihat fakta bahwa generasi muda semakin jauh dari akar budayanya, Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) mengambil langkah nyata.
BACA JUGA:Lewat Program PDS, FKIP Unsri Dorong Inovasi Pembelajaran di Labschool
BACA JUGA:Tingkatkan Mutu Guru, Pemkot Prabumulih dan FKIP Unsri Jajaki Kerjasama Strategis
Mereka menggelar pelatihan khusus bagi para guru sejarah di SMA Negeri 1 Tanjung Batu, Ogan Ilir, pada Senin (27/7/2026).
Melalui pelatihan ini, materi sejarah lokal tidak lagi disampaikan secara membosankan, melainkan dikembangkan menjadi E-Comic interaktif yang relatable dengan karakter siswa Generasi Z.
Kurikulum Berdampak: Saatnya Sejarah Lokal Naik Kelas
Penerapan Kurikulum Berdampak sebenarnya memberikan fleksibilitas penuh bagi para pendidik untuk berkreasi.
BACA JUGA:Melihat Masa Lalu dengan Masa Depan: Cara FKIP UNSRI Hidupkan Kejayaan Sriwijaya Lewat AI
Guru diajak menerapkan pendekatan historical thinking—sebuah metode yang melatih siswa berpikir kritis memahami kronologi, dinamika perubahan, hingga sebab-akibat peristiwa sejarah di sekitar mereka.
Sayangnya, realita di kelas sering kali berbeda.
Banyak guru masih terbelenggu oleh pola pengajaran konvensional dan berfokus pada buku teks hafalan.