“Kemerdekaan bukan hadiah, melainkan hasil pengorbanan jiwa dan raga para pejuang. Kita wajib menjaga dan mengisinya dengan pembangunan,” imbuhnya.
BACA JUGA:Wow! Warga Binaan Rutan Kelas IIB Prabumulih Terima Remisi Kemerdekaan, Berapa Jumlahnya?
BACA JUGA:6 Daerah Penghasil Gas Alam Terbesar di Indonesia, Sumatera Selatan Ada di Urutan Ini
Menurut dia, renungan suci tidak boleh dipandang sebagai kegiatan rutin belaka, melainkan momen yang mengingatkan masyarakat pada nilai luhur perjuangan.
Wagub Cik Ujang menambahkan, upacara ini menjadi refleksi untuk menguatkan persatuan bangsa.
“Kemerdekaan bisa bertahan 80 tahun karena kita bersatu. Persatuan itulah yang harus terus dijaga,” pungkasnya.
Forkopimda Sumsel juga menegaskan komitmen menjaga amanah perjuangan para pahlawan melalui kerja nyata di bidang masing-masing.
BACA JUGA:Khidmat Dandim 0405/Lahat Hadiri Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-80, Ini Pesannya
BACA JUGA:Detik-Detik Bupati Panca Perbaiki Helm Paskibraka yang Melorot, Tamu Undangan Auto Tepuk Tangan
Mereka sepakat bahwa semangat pahlawan harus hadir dalam setiap langkah pembangunan daerah.
Peserta apel tampak terharu mengikuti prosesi. Cahaya obor yang menyala di tengah kegelapan malam menjadi simbol pengabdian dan pengorbanan yang tidak akan pernah padam.
Upacara ditutup dengan doa bersama, memohon agar arwah para pahlawan mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Doa juga dipanjatkan agar Indonesia terus maju sebagai bangsa yang kuat dan sejahtera.
BACA JUGA:535 Warga Binaan Terima Remisi, 16 Diantaranya Langsung Hirup Udara Bebas, Ini Kata Kalapas Lahat
Renungan suci ini menjadi pengingat bahwa setiap tetes darah para pahlawan adalah pondasi berdirinya bangsa.