KORANPALPRES.COM - Sumatera Selatan menunjukkan potensi besar dalam sektor perikanan budidaya, termasuk komoditas unggulan seperti ikan mujair.
Menurut dokumen resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan Tahun 2022, ada data produksi perikanan budidaya berdasarkan kabupaten/kota.
Misalnya, Kabupaten Ogan Komering Ilir mencatat produksi sebesar 13.785 ton, sementara Muara Enim menyusul dengan 8.269 ton.
Meski data ini mencakup keseluruhan ikan budidaya, jenis mujair sebagai salah satu ikan air tawar favorit konsumen diprediksi memiliki kontribusi signifikan, terutama di wilayah dengan pencapaian tinggi seperti OKI dan Muara Enim.
BACA JUGA:3 Daerah Penghasil Sayuran Terbesar di Sumatera Selatan, Ini Daftarnya
BACA JUGA:6 Daerah Penghasil Gas Alam Terbesar di Indonesia, Sumatera Selatan Ada di Urutan Ini
Ikan mujair (Oreochromis mossambicus), termasuk dalam genus tilapia, menjadi salah satu andalan budidaya perikanan air tawar di Indonesia.
Ciri fisiknya yang tahan terhadap kondisi lingkungan beragam serta pertumbuhan cepat membuatnya populer di banyak daerah, termasuk di Sumsel.
Dengan OKI sebagai penghasil perikanan budidaya terbesar 13.785 ton produksi termasuk mujair dan Muara Enim juga menunjukkan kapasitas kuat.
Peluang berkembangnya usaha mujair di wilayah ini sangat besar. Kombinasi luas lahan budidaya, potensi perairan.
BACA JUGA:4 Daerah Penghasil Jeruk Terbesar di Sumatera Selatan, Juaranya Antara PALI dan OKU
Permintaan pasar lokal maupun regional memberi peluang kuat bagi petani dan pelaku agribisnis mengembangkan mujair sebagai produk unggulan.
Berdasarkan kajian di kecamatan Warkuk Ranau Selatan, OKU Selatan, faktor-faktor seperti modal, lokasi strategis, dan harga jual tinggi menjadi kekuatan utama dalam usaha mujair.
Namun, kelemahan seperti rendahnya pengetahuan budidaya, keterbatasan tenaga kerja, dan terbatasnya pemasaran turut menjadi hambatan.