Presiden Direktur PT Mustika Indah Permai, Mulyadi Wibowo, menyampaikan bahwa pembangunan ini adalah bentuk kepatuhan perusahaan terhadap instruksi Gubernur.
BACA JUGA:Viral, Mobil di Tol Prabumulih Kena Lemparan Batu hingga Kaca Samping Pecah dan Bemper Rusak
"Kami berkomitmen menciptakan wilayah operasional yang aman dan ramah lingkungan. Kami memohon maaf dan meminta kesabaran masyarakat selama masa konstruksi berlangsung. Ini adalah bukti keseriusan kami mendukung program Pemprov Sumsel," ungkapnya.
Di sisi lain, underpass Jembatan Flyover KM 111 khusus Batubara milik PT Serpo Lintas Raya menjadi menjadi tonggak sejarah baru dalam memanusiakan pengguna jalan umum di lintas Kabupaten Lahat - Muara Enim.
Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa penataan jalur logistik batubara bukan sekadar masalah teknis, melainkan masalah kemanusiaan dan kenyamanan masyarakat Sumatera Selatan yang sudah bertahun-tahun terdampak.
"Selama bertahun-tahun, masyarakat harus berbagi ruang dengan kendaraan besar bermuatan batubara di jalan umum. Ini bukan soal pemerintah kejam atau tidak terhadap industri, tapi ini soal hati nurani. Kita ingin semua nyaman; negara dapat devisanya, perusahaan dapat profitnya, dan rakyat dapat kenyamanan serta keamanannya," tegas Herman Deru dengan penuh haru.
BACA JUGA:Ditenggat 1 Januari 2026, Bupati Muba Stop Operasi Perusahaan Batubara yang Belum Punya Jalan Khusus
BACA JUGA:7 Khasiat Es Batu untuk Wajah yang Bikin Kulit Awet Muda dan Bersinar
Gubernur mengapresiasi langkah PT Serpo Lintas Raya yang memilih berinvestasi pada infrastruktur jalan khusus demi kebaikan bersama.
Menurutnya, industri pertambangan sebagai penyumbang devisa negara yang besar sudah sepatutnya dikelola dengan cara-cara yang elegan dan tidak mengorbankan hak publik.
Jembatan Flyover yang akan dibangun ini dirancang sebagai jalur "melayang" yang memutus persinggungan antara truk batubara dengan kendaraan pribadi masyarakat.
Direktur Utama PT Serpo Lintas Raya, Viktor, menjelaskan spesifikasi teknis proyek ambisius tersebut yang mana Panjang jembatan 370 Meter dengan Lebar 11 Meter yang memakan waktu kurang lebih 12 Bulan.
BACA JUGA:Ada Kejari Prabumulih di Desa Talang Batu, Ini Giatnya
BACA JUGA:Gubernur Sumsel Herman Deru Blak-Blakan Ungkap Biang Kerok Perusak Jalan Batu Kuning-Kurup di OKU
"Flyover ini adalah bentuk penyempurnaan jalur aktivitas pengangkutan kami. Kami menyadari tantangan konstruksi seperti cuaca mungkin akan muncul, namun kami berkomitmen menyelesaikannya tepat waktu demi mendukung program Bapak Gubernur," ujar Viktor.