Antara Representasi dan Realitas: Media dalam Konstruksi Gender
Pendidikan gender sejak dini di sekolah dan keluarga penting agar generasi muda tidak terjebak pada konstruksi sosial yang kaku--Sumber: Gemini AI
Oleh: Tri Polina (Mahasiswa MBKM Prodi Jurnalistik UIN Raden Fatah Palembang)
Media memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat modern.
Google Advertisement Below
Kehadiran televisi, film, internet, dan media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan dan informasi, tetapi juga menjadi alat yang membentuk cara berpikir pada masyarakat.
Salah satu pengaruh media yang paling terlihat adalah dalam konstruksi sosial gender.
BACA JUGA:Menakar Ulang Kesetaraan Gender di Indonesia: Bukan Sekadar Angka, Membuka Ruang Nyata
Media berperan penting dalam membentuk pandangan masyarakat mengenai bagaimana laki-laki dan perempuan seharusnya bersikap, berpenampilan, dan menjalankan perannya dalam kehidupan sosial.
Konstruksi sosial gender merupakan proses pembentukan peran dan identitas gender berdasarkan nilai dan budaya yang berkembang di masyarakat.
Gender bukan hanya ditentukan oleh jenis kelamin biologis, tetapi juga dibentuk melalui interaksi sosial yang terus berlangsung.
Dalam konteks Indonesia, media menjadi agen utama yang menyebarkan nilai dan norma gender melalui sinetron, iklan, berita, hingga konten media sosial.
BACA JUGA:4 Rekomendasi Parfum Unisex Lokal untuk Pekerja Kantoran, Cocok Buat Semua Gender!
Media sering kali menampilkan stereotip gender yang terus diulang.
Di televisi Indonesia, sinetron sering menggambarkan laki-laki sebagai kepala keluarga yang dominan, tegas, dan bekerja di luar rumah.