Yang dibutuhkan bangsa ini bukan sekadar pengulangan slogan, melainkan keberanian untuk melakukan evaluasi secara jujur.
Sebab, ancaman terbesar terhadap Pancasila bukanlah mereka yang menolaknya secara terbuka, melainkan ketika bangsa ini mengaku mengamalkannya tetapi justru mengabaikan substansi nilai-nilai yang dikandungnya.
Pancasila tidak sedang kekurangan penghafal. Pancasila justru membutuhkan lebih banyak pelaksana.
BACA JUGA:Sekda Palembang Tekankan Keluarga Sebagai Fondasi Utama Pembentukan Karakter Pancasila
BACA JUGA:PLN UIP Sumbagsel Gelar Upacara Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Persatuan
Ia membutuhkan pemimpin yang menjadikan kekuasaan sebagai amanah, bukan alat memperkaya diri.
Ia membutuhkan penegak hukum yang menjunjung keadilan tanpa pandang bulu.
Ia membutuhkan masyarakat yang mampu menghargai perbedaan dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.
Hari Lahir Pancasila adalah momentum untuk bercermin.
BACA JUGA:Pemkab Lahat Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Sekda: ASN Harus Jalani Tugas Pancasila
Apabila korupsi masih merajalela, ketimpangan terus melebar, persatuan semakin rapuh, dan keadilan terasa mahal, maka sesungguhnya yang sedang menghadapi ujian bukan hanya pemerintah atau elite politik, melainkan integritas kebangsaan kita secara keseluruhan.
Pancasila telah memberikan arah yang jelas bagi perjalanan bangsa.
Persoalannya bukan terletak pada kurang sempurnanya Pancasila, melainkan pada konsistensi kita dalam mengimplementasikannya.
Sebab sebuah bangsa tidak akan kehilangan arah karena ketiadaan ideologi, tetapi karena ketidakmauan untuk menjalankan nilai-nilai yang telah disepakati bersama.
BACA JUGA:Ini Suasana Upacara Hari Kesaktian Pancasila di kodam II Sriwijaya