Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu 18 Jul 2026 - 09:32 WIB
Reporter : Trisno Rusli
Editor : Trisno Rusli

Kerja seadanya buat cukup makan. Tidak terburu-buru mengejar promosi. Tidak buru-buru nikah.

BACA JUGA:Rebahan Dapat Cuan! Ini Cara Isi Survei Online dan Klaim Saldo DANA Gratis

BACA JUGA:Modal Rebahan dan Geser Layar, Saldo DANA Rp300 Ribu Siap Masuk Kantong

Tidak maksa beli rumah. Dan yang penting, mengurangi keinginan buat belanja hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Kenapa Bikin Ekonom dan Pemasar Gelisah?

Di titik inilah cerita ini jadi menarik buat dibahas dari sudut pandang yang agak berbeda dari sekadar psikologi generasi.

Coba pikirkan begini: seluruh mesin ekonomi modern, dan seluruh disiplin pemasaran yang kita kenal, dibangun di atas satu asumsi dasar yang jarang dipertanyakan, bahwa manusia pada dasarnya selalu ingin lebih.

BACA JUGA:SMPN 1 Lahat Selatan Tutup MPLS dengan Terapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Apa Saja Itu

BACA JUGA:Didampingi 2 Polsek dan Warga, 2 Babinsa Koramil 405-05 Pendopo Laksanakan Patroli Keamanan Lingkungan

Ingin rumah lebih besar, mobil lebih baru, gadget lebih canggih, status lebih tinggi.

Seluruh strategi pemasaran, dari iklan sampai program loyalitas, pada akhirnya berdiri di atas asumsi ini: keinginan manusia itu nyaris tidak terbatas, tugas pemasar cuma mengarahkan keinginan itu ke produk tertentu.

Tang ping menantang asumsi itu secara langsung. Ketika sekelompok besar konsumen, dan yang penting, ini konsumen muda, kelompok usia yang biasanya jadi motor pertumbuhan ekonomi jangka panjang sengaja memutuskan untuk mengurangi keinginan mereka, seluruh mesin itu jadi pincang.

Muncul istilah baru yang mulai dipakai untuk menggambarkan gaya hidup ini: "Low-desire lifestyle", gaya hidup rendah keinginan.

BACA JUGA:Cuma Rebahan dan Nonton Video Bisa Dapet Saldo DANA Rp500 Ribu? Gila, Aplikasi Ini Beneran Ngebayar!

BACA JUGA:Weekend Asyik Rebahan Hasilkan Saldo DANA Gratis Rp150 Ribu, Lewat Aplikasi penghasil uang ini

Dan kalau ditarik ke bahasa pemasaran, ini sama saja dengan pasar yang total addressable market-nya (istilah untuk "total ukuran pasar yang bisa disasar") justru menyusut dari dalam.

Bukan karena orangnya berkurang, tapi karena keinginan orangnya yang berkurang. Ini beda banget dengan resesi ekonomi biasa, di mana orang sebenarnya masih ingin belanja tapi tidak punya uang.

Kategori :