[ARTIKEL] Haji 2024: Kemanusiaan dan Kemaslahatan Sebagai Prioritas

Pelaksanaan ibadah haji 2024 ini memprioritaskan aspek kemanusiaan dan kemaslahatan- Rektor UIN Raden Fatah Prof Dr Nyayu Khodijah-Foto: Tim Humas UIN Raden Fatah for koranpalpres.com-

BACA JUGA:6 Nama Daerah yang Punya Arti Unik di Sumatera Selatan, Sangking Uniknya Bikin Auto Geleng Kepala!

Langkah ini bukan sekadar solusi teknis, tetapi manifestasi dari upaya menjaga martabat dan kesejahteraan jemaah.

Proses murur melibatkan kerja sama erat antara Kementerian Agama, pihak maktab, dan ketua kloter.

Pihak maktab, yang bertanggung jawab atas penyediaan tenda dan transportasi, bekerja sama dengan ketua kloter untuk memastikan bahwa jemaah yang terdaftar dalam skema murur mendapatkan pendampingan yang memadai.

Selain mengatasi kepadatan di Muzdalifah, skema murur juga memberikan dampak positif lainnya.

BACA JUGA:5 Parfum Mewah Nagita Slavina Ini Harganya Mulai Rp 2,5 Juta, Jarak Lima Meter Sudah Tercium Wanginya

BACA JUGA:7 Faktor Penyebab Kepala Pusing, Nomor Buncit Wajib ke Dokter

Jemaah, terutama yang berusia lanjut atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, tidak perlu mengalami kelelahan yang berlebihan karena harus berhenti di Muzdalifah.

Mereka dapat langsung menuju Mina dan beristirahat lebih cepat, yang pada gilirannya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan mereka.

Kebijakan yang humanis adalah inti dari setiap keputusan yang diambil oleh Kementerian Agama terkait pelaksanaan haji.

Ini tidak hanya tentang memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga tentang memahami dan merespons kebutuhan nyata dari jemaah.

BACA JUGA:7 Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan yang Wajib Kamu Ketahui, Ternyata Bisa Mencegah Kanker Loh!

BACA JUGA:Dijamin Ga Kuras Tabungan! Ini Skema Hemat Beli Motor Honda lewat Promo JULIET

Kebijakan yang berfokus pada kemanusiaan mencerminkan nilai-nilai Islam dan implementasi dari sila ke dua pada Pancasila sebagai Dasar Negara yang menekankan pentingnya saling membantu, menjaga martabat, dan menghormati hak-hak individu.

Dalam konteks pelaksanaan haji, kebijakan yang memanusiakan masyarakat berarti memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lansia, memastikan keselamatan dan kesehatan setiap jemaah, serta menyediakan dukungan emosional dan spiritual.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan