PLN Pagaralam Beri Diskon Tarif Listrik 50 Persen Selama 2 Bulan, Ikuti Kebijakan Pemerintah Pusat
Pelanggan PLN akan diberikan diskon 5o persen selama 2 bulan-pln-
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Mengikuti kebijakan yang diterapkan pemerintah pusat, PLN Kota juga Pagaralam memberikan stimulus tarif listrik untuk pelanggan, yakni diskon tariff listrik 50 persen selama 2 bulan.
Ini terutama untuk yang menggunakan daya 450 hingga 2200 VA. Program ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, terutama pelanggan rumah tangga.
Menurut Staf PLN Pagaralam, Kms Febri Aditya, stimulus berupa diskon 50 persen ini tarif listrik ini dibagi menjadi dua jenis.
Pertama, diskon untuk pelanggan pascabayar yang menggunakan meteran lama, yakni pembayaran dilakukan pada bulan berikutnya, yaitu pada tanggal 20 Februari.
BACA JUGA:Sukses Amankan Kelistrikan Natal, Dirut PLN Pimpin Siaga Pergantian Tahun
BACA JUGA:Program Diskon 50 Persen Token Listrik Sepanjang Bulan, Masyarakat Tak Perlu Buru-Buru
Kedua, untuk pelanggan prabayar, yang membeli token langsung pada bulan Januari dan Februari.
Pelanggan prabayar ini bisa memilih untuk membeli token listrik dalam jumlah tertentu, seperti 50 ribu atau 20 ribu, tergantung daya listrik yang digunakan.
Febri menjelaskan rincian daya listrik yang mendapat diskon, seperti daya 450 VA yang mendapatkan 342 kWh dengan biaya sekitar 67 ribu, atau hampir dua kali lipat dari jumlah kWh normalnya.
Untuk listrik yang punya daya 900 VA mendapatkan 648 kWh dengan harga maksimal sekitar 196 ribu, sedangkan daya 1300 VA bisa memperoleh 936 kWh dengan harga maksimal 676 ribu. Sedangkan daya 2200 VA, pelanggan bisa mendapatkan 1548 kWh dengan biaya maksimal sekitar 1.147.000.
BACA JUGA:PLN Pastikan Pelanggan Listrik 2.200 VA ke Bawah akan Menikmati Diskon 50 Persen Tanpa Ribet
Ia menjelaskan diskon ini memberikan keuntungan lebih bagi pelanggan prabayar karena mereka bisa mendapatkan lebih banyak kWh dengan jumlah pembelian yang sama.
Program diskon tarif listrik ini, ujar dia pula berlaku hanya selama dua bulan, yakni Januari dan Februari, sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah.