Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Al-Adli RS Siti Khadijah, Sekda Sumsel Sampaikan Nasehat Menyejukkan
Sekda Sumsel Edward Candra (kanan, kemko hijau) menghadiri peringatan Isra Mi'raj di Masjid Al-Adli RS Siti Khadijah, Palembang.--Humas Pemprov Sumsel for koranpalpres.com
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tepat dijadikan momentum memperbaiki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.
Salah satu hikmah terpenting yakni mengenai perintah salat lima waktu yang diwahyukan Allah langsung kepada Nabi Muhammad.
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Edward Candra dalam sambutannya di acara peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad tahun 1446 H di Masjid Al-Adli, Rumah Sakit (RS) Siti Khadijah Palembang, Sabtu 1 Februari 2025.
Menurut Edward, lewat peringatan Isra Mi’raj diharapkan kita semua kembali tersadar betapa tinggi dan urgennya kedudukan salat lima waktu.
BACA JUGA:Peringatan Isra Mi'raj 1446 Hijriah Bersama Bhayangkari, Ada Jenderal Bintang 2 Hadir, Siapa Dia?
Salah satunya tutur Edward, dengan ibadah salat lima waktu inilah yang menjadi pembeda antara kaum muslimin dan non muslim.
"Pada intinya peristiwa agung yang kita peringati hari ini adalah tentang salat 5 waktu, yang mana 5 waktu saja kita kadang-kadang lalai, saya kalau salat di masjid ini yang ada di fikiran saya adalah kapan saya bisa menggantikan sajadah di masjid ini," ungkap Edward sambil tersenyum.
Lebih lanjut Edward Candra menyampaikan terima kasih atas keberadaan RS Siti Khadijah telah memberikan banyak bantuan terhadap para pasien yang ada.
“Hingga hari ini RS Siti Khadijah terus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Palembang dan sekitarnya,” tukasnya.
BACA JUGA:Gelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad, Ini Lokasi Kegiatan Yang Diselenggarakan Korem Gapo
BACA JUGA:Selama Libur Panjang Isra Mi'raj dan Imlek, 637.339 Kendaraan Melintas di Jalan Tol Trans Sumatera
Senada Ketua Umum Pengurus Yayasan Islam Siti Khadijah Syahrul Muhammad menyampaikan bagaimana perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem.
Kemudian ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh yang mana salah satu hal penting yakni tentang menetapkan salat lima waktu dalam sehari semalam.