Pemkot Pastikan Pemangkasan Anggaran di Dinas PUTR
Dinas PUTR Kota Pagaralam terkena pemangkasan karena efisiensi anggaran 2025 ini.-dok PUTR-
PAGARALAM, KORANPALPRES.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam memastikan pemangkasan anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) sebesar Rp50 miliar, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Prabowo Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran, masih dalam tahap pembahasan teknis oleh Tim Anggaran Pemerintahan Daerah (TAPD).
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pagaralam, Ade Kurniawan, menjelaskan pemerintah pusat tidak lagi menyalurkan Dana Alokasi Umum (DAU) Khusus untuk Dinas PUTR.
“Pelaksanaan Inpres itu sedang tahap pembahasan teknis di TAPD yang diketuai oleh Pj Sekda. Namun, untuk detail jumlah anggaran yang dipangkas dan teknis lainnya, lebih baik langsung ditanyakan kepada Sekda,” ujar Ade Kurniawan.
Sementara itu, Ketua DPRD Pagaralam, Jenny Shandiyah, mengungkapkan DPRD akan mengadakan pertemuan dengan TAPD pada Minggu (9/2/2025) untuk membahas secara rinci kebijakan pemangkasan anggaran tersebut.
BACA JUGA:Efisiensi Anggaran, Pemkot Palembang Pangkas Perjalanan Dinas Sesuai Arahan Presiden
BACA JUGA:Anggaran Dipotong Rp14T, Menag Nasaruddin Umar Tak Patah Arang
“Sejauh ini, baik DPRD maupun Pemkot Pagaralam sudah menerima Keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) sebagai tindak lanjut dari Inpres ini. Hingga saat ini, baru Dinas PUTR yang anggarannya dipangkas,” kata Jenny.
Menurutnya, berdasarkan informasi awal, anggaran Dinas PUTR yang terkena pemangkasan mencapai Rp50 miliar, namun kepastian dan rincian teknisnya baru akan dibahas dalam pertemuan mendatang.
“Sepengetahuan saya, dana yang dipangkas mencapai Rp50 miliar. Namun, detailnya baru akan dibahas pada pertemuan Minggu nanti,” ungkapnya.
Selain Dinas PUTR, Inpres ini juga mengatur efisiensi anggaran pada kegiatan seremonial dan perjalanan dinas.
BACA JUGA:LUAR BIASA, Pagu Anggaran 2025 Dapil 1 Alami Kenaikan, Ini Kata Kepala Bappeda Lahat
BACA JUGA:Pemkab Lahat Sudah Siapkan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis, Ini Kata Pj Bupati
Namun, menurut Jenny, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut terkait implementasi kebijakan tersebut.
“Untuk seremonial dan perjalanan dinas, kami masih menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat,” tambahnya.