WOW! Mahasiswa Universitas Andalas Blak-Blakan Mengungkap Wajah Gelap Media Sosial dari 3 Sudut Pandang
Artikel berjudul "Mengungkap Wajah Gelap Media Sosial: Disinformasi, Dampak Sosial, dan Strategi Penanggulangannya di Era Digital" ditulis oleh Nabilah Fikriyah Erfa, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas,--freepik
KORANPALPRES.COM - Artikel berjudul "Mengungkap Wajah Gelap Media Sosial: Disinformasi, Dampak Sosial, dan Strategi Penanggulangannya di Era Digital" ditulis oleh Nabilah Fikriyah Erfa, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat.
Era digital telah membawa revolusi besar dalam cara manusia berkomunikasi dan memperoleh informasi.
Media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan modern, mempermudah masyarakat untuk berbagi ide, berita dan opini secara real-time.
Platform seperti Twitter, Instagram, TikTok dan Facebook memungkinkan informasi menyebar dengan kecepatan yang luar biasa, melampaui batas geografis.
BACA JUGA:UIN Raden Fatah Jalin Kerja Sama dengan Universitas Andalas, Siap-Siap yang Mau Kuliah Kedokteran!
Sayangnya, meskipun memiliki potensi besar dalam menyebarkan informasi dan menghubungkan komunitas global, media sosial juga menjadi lahan subur bagi fenomena disinformasi.
Informasi palsu yang sengaja dibuat untuk menyesatkan atau memanipulasi opini publik, kini menyebar dengan skala dan dampak yang sudah luas.
Pada awalnya, media sosial dianggap sebagai alat demokratisasi informasi yang memungkinkan siapa saja untuk berbagi pendapat dan berita secara langsung.
Namun, seiring berjalannya waktu, alat ini juga dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menyebarkan informasi yang tidak benar, dengan tujuan mengubah pandangan atau memengaruhi keputusan publik.
Sejarah penyebaran disinformasi ini tidak hanya terbatas pada isu-isu kecil, tetapi juga mencakup peristiwa besar yang mempengaruhi dunia, seperti pemilu, bencana alam, hingga pandemi global.
Platform media sosial yang awalnya bertujuan untuk memperkuat hubungan antar individu, kini telah menjadi medan pertempuran ideologi, dengan berbagai aktor poilitik, kelompok kepentingan, dan individu yang saling beradu untuk mempengaruhi persepsi publik.