MANTAP, Pemkab Lahat Targetkan 24.000 Areal Sawah Berfungsi, Ini Tujuannya
PIDATO : Bupati Lahat, H Bursah Zarnubi SE didampingi Wabup, Widia Ningsih SH MH menyampaikan pidato, disimak unsur pimpinan dan Anggota DPRD-Bernat/koranpalpres.com-
LAHAT, KORANPALPRES.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, dibawah kepemimpinan Bupati, H Bursah Zarnubi SE dan Wakil Bupati, Widia Ningsih SH MH menargetkan 24.000 areal persawahan yang ada di Bumi Seganti Setungguan akan difungsikan dengan optimal.
"Hal ini, tiada lain untuk mendukung dan menyuksekan program Presiden RI, H Prabowo Subianto yakni swasembada pangan," kata dirinya, Rabu 5 Maret 2025.
Menurut dia, pembangunan pertanian merupakan salah satu prioritas dalam program kerjanya, berkomitmen untuk meningkatkan produksi pertanian dan mengembangkan ekonomi lokal.
"Nah, semuanya itu harus didukung dengan adanya infrastruktur pengairan saluran irigasi, menjadi kunci keberhasilan didalam mewujudkannya," jelasnya didampingi Widia Ningsih.
BACA JUGA:ALHAMDULILLAH, Jembatan Penyeberangan Pagar Gunung Rampung, Eva: Terima Kasih Pemkab Lahat
Terlebih lagi, sekitar 2.000 hingga 3.000 hektar sawah yang ada di Kecamatan Mulak Ulu dan Tanjung Sakti sebagai daerah penopang padi.
"Nantinya, kita juga akan melihat di Pulau Pinang, Kota Agung, Merapi Area, Jarai Area serta Kikim Area memiliki potensi persawahan hingga target tersebut terpenuhi," papar H Bursah Zarnubi.
Selain itu, dia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat dan stakeholder lainnya untuk mencapai target tersebut.
"Bahwa dengan kerja sama yang baik, Kabupaten Lahat dapat menjadi salah satu sentra produksi pertanian di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)," sebutnya.
BACA JUGA:Pemkab Lahat Kucurkan Rp115 Miliar untuk Dapil 3, Ini Rinciannya!
BACA JUGA:Pemkab Lahat Sudah Siapkan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis, Ini Kata Pj Bupati
Ia juga berkomitmen jika dimasa kepemimpinannya, dirinya tidak akan menggunakan cara pembangunan yang sia-sia.
Karena itu, ia meminta pimpinan DPRD Lahat untuk mengarahkan pembangunan ke sektor irigasi agar 24 ribu hektar sawah yang saat ini tak berfungsi kembali bisa difungsikan lagi.