https://palpres.bacakoran.co/

LUAR BIASA, Satu Batang Kopi Hasilkan 10 Kg Cherry dan 3 Kg Green Bean, Ini Kata Kadisbun Lahat

STEK PAYUNG : Kadisbun Lahat, Vivi Anggraeni SSTP Msi beserta jajaran didampingi Petani Kopi asal Pagar Ruyung, Virgoansyah berada di kawasan tanaman stek payung-DISBUN LAHAT FOR PALPRES-

LAHAT, KORANPALPRES.COM - Luar Biasa, ungkapan yang pantas dialamatkan kepada petani kopi asal Desa Pagar Ruyung, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat.

Pasalnya, dengan hamparan luasan lahan kurang lebih 1,5 - 2 hektar, dalam satu batang mampu menghasilkan 9-10 kilogram (Kg) cherry atau petik merah dan 2-3 Kg untuk green bean.

"Ada sekitar 2.000 batang kopi yang sebelumnya merupakan tanaman tua dan kini semuanya telah diremajakan dengan sistem stek payung atau sambung pucuk 3 tahun yang lalu," ucap Virgoansyah salah satu petani kopi, Ahad 11 Mei 2025.

Akan tetapi, sambungnya, untuk perawatannya sendiri mulai dari pemangkasan, penyimpanan bahan hingga pembuangan tunas cacing.

BACA JUGA:2 Kali Hadiri Grand Opening Cabang Baru Kedai Kopi Rumah Loer, ini Respon Mengejutkan Herman Deru

BACA JUGA:Tugas Mulia Tim Jelajah Kopi yang Diinisiasi Kadin Sumsel, Edukasi Tingkatkan Produksi dan Kualitas

"Penyimpanan bahan biasanya dilakukan pada bulan ke 10 dan dilanjutkan pemupukan secara alami, dimana penyimpanan bahan berada di pangkal batang," imbau dirinya.

Ia menuturkan, setidaknya ada 30 klon yang digunakan diantaranya, klon lubik, Curup, tugu sari, putih, versi dan lain sebagainya. Sehingga dalam 1 batang menghasilkan 9-10 kg buah cherry dan 2-3 Kg green bean.

"Dimana 1 dompol atau ranting sejauh ini mampu menghasilkan 10-15 gugus, yang mana setiap gugus terdapqt 20 biji kopi," terang Virgo.

Selain itu juga, masih ucap Virgo, dirinya telah menerapkan sistem B1B2 pada kopi, merujuk pada cabang-cabang tanaman kopi yang telah berbuah.

BACA JUGA:Kopi Yellow si Raden Kuning, Potensi Jadi Ikon Baru Kota Pagaralam

BACA JUGA:Produksi Kopi Petik Merah di Kabupaten Empat Lawang Saat Ini Masih Terbatas, Ini Penjelasannya

"Cabang B1 adalah cabang yang telah berbuah satu kali, sementara B2 adalah cabang yang telah berbuah dua kali. Sistem ini membantu dalam manajemen perkebunan kopi untuk mengetahui produktivitas dan menentukan langkah-langkah ke depan," sebut dia.

Dirinya menambahkan, bahkan kini telah membuat sitem pagar dan telah menjual entres stek pucuk kopi ke berbagai daerah seperti Lampung, Curup, Jawa, Bali dan lainnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan