Kisah Budiyanto dan Rohman: Terpanggil Hati, Menapaki Ribuan KM Demi Bawa Bendera Merah Putih ke Mekkah
Kisah Budiyanto dan Rohman: Terpanggil Hati, Menapaki Ribuan KM Demi Bawa Bendera Merah Putih ke Mekkah-Foto: Alhadi Farid-koranpalpres.com
Demi Nazar dan Merah Putih, Dua Musafir Ini Tempuh Ribuan Kilometer Menuju Mekkah
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Di tengah arus zaman yang serba cepat dan modern, dua pria sederhana dari pelosok Indonesia memilih jalan berbeda untuk menunaikan ibadah haji.
Budiyanto (51), petani asal Desa Bumin, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah dan Muhammad Rohman (30), pemuda dari Desa Murtapa, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, rela menapaki ribuan kilometer demi memenuhi nazar suci.
Lebih dari sekadar perjalanan ibadah, keduanya membawa misi mulia: mengibarkan bendera Merah Putih di Tanah Suci sebagai simbol perdamaian dan cinta dari rakyat Indonesia untuk dunia.
Keduanya dipersatukan oleh niat suci, semangat nazar, dan panggilan hati yang kuat. Perjalanan mereka bukan sekadar ibadah, tetapi juga bentuk pengabdian kepada bangsa, keyakinan terhadap Tuhan, dan pesan damai kepada dunia.
BACA JUGA:Gara-Gara ini Presiden Prabowo Ingin Bangun Kampung Haji Indonesia di Mekkah
BACA JUGA:Wafat di Mekkah, Ternyata Sudah Dicita-Citakan Jemaah Haji Asal Ogan Ilir ini
Budiyanto bukanlah orang baru dalam perjalanan menuju mekkah ini. Pada tahun 2018, ia pernah ingin menunaikan ibadah haji dengan cara yang tak biasa yakni mengayuh sepeda ontel dari kampung halamannya untuk sampai ke Mekkah.
Kini, di tahun 2025, ia kembali menempuh jalan panjang yang sama, dengan semangat dan tekad yang bahkan lebih besar.
“Saya merasa terpanggil kembali. Seperti ada yang membisikkan bahwa saya harus kembali ke Tanah Suci, membawa misi, membawa pesan. Bukan hanya untuk saya pribadi, tapi untuk seluruh warga Nusantara, Indonesia,” ucap Budiyanto.
Ia memulai perjalanannya pada 8 Februari 2025, dengan target tiba di Mekkah pada musim haji tahun 2026, perjalanan yang diperkirakan akan memakan waktu sekitar 15 bulan.
BACA JUGA:Wafat di Mekkah, Jemaah Haji Asal Ogan Ilir Bikin Keluarga Banjir Air Mata!
BACA JUGA:Penuh Haru, Pj Bupati Lahat Lepas 283 CJH ke Tanah Suci Mekkah, Ini Penampakannya
Sepanjang perjalanan, ia membawa serta bendera Merah Putih yang ia anggap sebagai simbol persatuan dan perdamaian dari rakyat Indonesia.