https://palpres.bacakoran.co/

Tradisi Sedekah Rame Idul Adha di Desa Jagabaya Lahat Terpelihara hingga Sekarang, Intip Yuk

SANTAP MAKANAN : Kades Jagabaya, Bambang Heriadi ST dan masyarakat menyantap makanan selepas Shalat Idul Adha -Pemdes Jagabaya Lahat/koranpalpres.com-

LAHAT, KORANPALPRES.COM - Bumi Seganti Setungguan atau yang dikenal dengan sebutan Kabupaten Lahat ini, tentu saja banyak sekali warisan budaya yang sudah dilaksanakan secara turun temukan, dan terpelihara sampai detik ini.

Tradisi Sedekah Rame yang rutin setiap Idul Adha ini memang menjadi bagian dari sistem di desa, legacy yang ditinggalkan begitu terasa untuk terus digali.

"Bukan sekedar kumpul dan menyantap makanan yang disajikan oleh masyarakat itu sendiri, melainkan aura keakraban, kekeluargaan, kekompakan maupun kebersamaan inilah menjadi tonggak estafet yang telah ada sejak lama," sebut Kepala Desa (Kades) Jagabaya, Kecamatan Kikim Selatan, Bambang Heriadi ST, Jumat 6 Juni 2025.

BACA JUGA:Ini Masjid Tempat Penyembelihan Hewan Kurban Idul Adha 1446 H Yang Dipimpin Kapolres PALI

BACA JUGA:Ratusan Warga Shalat Idul Adha di Masjid Al-Aman, Ada Sosok Kapolda Sumsel, Ini Wajahnya

Dia menyebutkan, tradisi ini dilaksanakan usai menunaikan Shalat Idul Adha, yang mana, penduduk desa berbondong-bondong membawa makanan maupun minuman.

"Baik itu makanan kue kering, minuman sirup serta buah-buahan. Tidak ada paksaan sama sekali mereka mesti membawa dari rumah, Ini bagaimana cara keikhlasan dan keakraban satu sama lain," imbaunya.

Setelah itu, barulah duduk bersama-sama saling berhadapan didepan makanan dan minuman, mulai dari anak-anak hingga orang tua melebar menjadi satu kesatuan.

BACA JUGA:Ini Ajakan Kapolda Sumsel Maknai Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah

BACA JUGA:Momen Hari Raya Idul Adha, Kodim Muara Enim Mewujudkan Rasa Syukur Dengan Cara Ini

"Alhamdulillah, semuanya ini berjalan dengan sangat baik sekali tidak hanya pada Idul Adha saja, perayaan Idul Fitri pun melakukan hal serupa hanya saja disebut pantuan dari rumah ke rumah," sebut Bambang Heriadi.

Ini merupakan hal positif mesti ditinggalkan kepada anak dan cucu, sehingga apa yang dikerjakan selama ini benar-benar berhasil sekaligus menjadi inspirasi serta semangat.

"Mudah-mudahan hasil dari apa yang ada di desa, kedepannya mampu memberikan kontribusi nyata maupun menjadikan kehidupan semakin baik," pungkas Bambang Heriadi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan