Mahasiswi Universitas Andalas Menganalisis Teori Psikologi Sastra Sigmund Freud dalam Novel The Memory Police
Analisis Teori Psikologi Sastra Sigmund Freud dalam Novel The Memory Police Karya Yoko Ogawa-Kolase-
Artikel berjudul Analisis Teori Psikologi Sastra Sigmund Freud dalam Novel The Memory Police Karya Yoko Ogawa disusun oleh Nathasya Aprilia, mahasiswi Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat.
1. Pendahuluan
Sastra dan psikologi memiliki hubungan yang erat, di mana karya sastra sering kali menjadi cerminan kompleksitas jiwa manusia.
Salah satu pendekatan dalam mengkaji karya sastra adalah psikologi sastra, yang memungkinkan analisis terhadap aspek-aspek psikologis tokoh, pengarang, maupun pembaca.
BACA JUGA:Mahasiswa Universitas Andalas Sebut Zaman Berubah, Organisasi Harus Lentur atau Tergilas
Teori psikoanalisis Sigmund Freud, yang menekankan pada struktur kepribadian id, ego, dan superego, serta konsep kesadaran (conscious), prasadar (preconscious), dan tak sadar (unconscious).
Menjadi salah satu alat analisis yang populer dalam psikologi sastra.
Novel The Memory Police karya Yoko Ogawa, seorang penulis Jepang terkenal, menyajikan narasi distopia yang kaya akan simbolisme dan konflik psikologis.
Menjadikannya karya yang ideal untuk dianalisis melalui lensa psikoanalisis Freud.
BACA JUGA:Tantangan Generasi Muda Hadapi Arus Informasi, ini Kata Mahasiswa Universitas Andalas
Novel ini mengisahkan sebuah pulau di mana benda-benda dan ingatan terkaitnya dihapus secara paksa oleh rezim otoriter yang disebut Polisi Kenangan.
Hal ini menciptakan ketegangan psikologis yang mendalam pada tokoh-tokohnya.
Essay ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teori psikoanalisis Freud dapat digunakan untuk memahami kepribadian dan konflik batin tokoh-tokoh dalam novel The Memory Police.