Berikut Percakapan Terahir Kapolsek Negara Batin Diungkap Sang Istri
Sasnia masih mengingat jelas percakapan terakhir dengan suaminya, Kapolsek Negara Batin AKP Anumerta Lusiyanto yang diceritakannya usai siding di Pengadilan Militer I-04 Palembang.--Bidhumas Polda Sumsel
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Sasnia masih mengingat jelas percakapan terakhir dengan suaminya, Kapolsek Negara Batin AKP Anumerta Lusiyanto, Senin 17 Maret 2025.
Saat itu, suaminya meminta agar ia menyiapkan makanan lebih banyak untuk berbuka puasa nanti malam.
“Suami saya masih berpuasa karena saat itu bulan Ramadan. Beliau minta disiapkan makanan banyak, katanya mau buka puasa bersama di rumah setelah penggerebekan,” ujar Sasnia, dengan suara bergetar.
Namun, harapan untuk menyambut waktu berbuka itu berubah menjadi kabar duka. Sore harinya, Sasnia menerima pesan di grup WhatsApp.
BACA JUGA:Polda Sumsel Berikan Penghargaan Ke Personel Berprestasi, Berapa Orang?
Suaminya gugur dalam tugas, tertembak dalam penggerebekan judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, Lampung.
Tak hanya Kapolsek Lusiyanto, dua anggota lainnya, Bripka Petrus Apriyanto dan Bripda M Ghalib Surya Ganta, juga tewas dalam insiden tersebut.
Ketiganya ditembak mati oleh oknum TNI, Kopda Bazarsah, yang kini menjadi terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Militer I-04 Palembang.
Fakta menyedihkan ini diperkuat keterangan dua dokter forensik RS Bhayangkara Lampung, dr Chaterina Andriani dan dr I Putu Suwartama, yang melakukan autopsi pada Selasa, 18 Maret 2025.
BACA JUGA:Kapolres Lahat Ikuti Zoom Meeting Bersama Kapolda Sumsel, Dalam Rangka Apa?
BACA JUGA:Ini Giat Dilakukan Bid propam Polda Sumsel Dalam Rangka Memperingati 10 Muharam
“Dari hasil pemeriksaan, ketiga korban ditemukan dalam keadaan lambung kosong selama lebih dari 24 jam. Artinya, mereka dalam kondisi berpuasa saat ditembak,” jelas dr Chaterina saat memberikan kesaksian di pengadilan.
Ketiga polisi tersebut, lanjutnya, tewas akibat tembakan peluru kaliber 5,56 mm, yang berasal dari senjata laras panjang jenis SS1 dan FNC milik Kopda Bazarsah.