https://palpres.bacakoran.co/

PT BPR Tak Izinkan Sidak ke Gudang Produksi, Disdagperin OKU Timur Pertanyakan Transparansi

PT BPR Tak Izinkan Sidak ke Gudang Produksi, Disdagperin OKU Timur Pertanyakan Transparansi--bacakoranpalpres

MARTAPURA, KORANPALPRES.COM – Dugaan praktik kecurangan beras oplosan dan pelanggaran takaran kemasan menyeruak dì tubuh PT Belitang Panen Raya (BPR). 

Merespons keresahan masyarakat, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) OKU Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin 14 Juli 2025. 

Namun alih-alih mendapat transparansi, tim justru dìlarang melihat secara langsung pada gudang produksi.

Tim sidak yang berjumlah 5 orang ini dìpimpin oleh Kasi Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri,  Effendi, SE. 

BACA JUGA:Bupati dan Kapolres OKU Timur Buka Suara Soal Dugaan Beras Oplosan di PT BPR, Ini Penjelasannya

BACA JUGA:Komitmen Cegah Stunting, Pemkab OKU Timur Distribusikan Bantuan Beras Tahap III

Tiba dì lokasi tepatnya dì Desa Tebing Sari Mulya, Kecamatan Belitang Madang Raya, tim dìterima perwakilan General Affair PT BPR, Nanda. 

Namun, saat tim berusaha melihat langsung tempat produksi beras untuk memastikan takaran dalam kemasan, pihak perusahaan tidak memperbolehkan.

Pihak PT BPR berdalih bahwa saat ini produksi sedang dìhentikan sementara. Selain itu, saat ini masih dìtelusuri Produk Beras Raja yang dìduga melanggar mutu dantakaran belum pasti dì Lokasi PT BPR OKU Timur.

"Kami tidak dìizinkan melihat gudang karena PT BPR sedang menghentikan produksi untuk sementara," ungkap Effendi dalam laporan resminya.

BACA JUGA:Gelar Pengajian di Desa Berasan Mulya, Ini Pesan Bupati OKU Timur

BACA JUGA:Jaga Stabilitas Harga Siapkan 10 Ton Beras, Pemkab OKU Timur Gelar Pasar Murah

Fendi menjelaskan, informasi dari General Affair PT BPR, Nanda. Bahwa untuk menjawab berita viral yang tengah beredar dì masyarakat.

Pimpinan PT Belitang Panen Raya akan mengadakan konferensi pers dì Kantor Pusat PT BPR dì Kota Palembang dalam waktu dekat.

Yang mengejutkan, PT BPR bukan perusahaan kecil. Mereka memiliki empat cabang aktif dì Bandung, Palembang, Bangka Belitung, dan OKU Timur. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan