Polisi Gencar Lakukan Patroli di Titik Rawan Tanjung Batu Ogan Ilir, Ini Tujuannya
Polisi Gencar Lakukan Patroli di Titik Rawan Tanjung Batu Ogan Ilir, Ini Tujuannya.-koranpalpres.com-
OGAN ILIR, KORANPALPRES.COM- Kepolisian Sektor atau Polsek Tanjung Batu Polres Ogan Ilir gencar melakukan patroli di titik rawan, Jumat malam 25 Juli 2025.
Tujuan patroli ini tidak ada lain guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas yang kondusif di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir.
Turun langsung memimpin kegiatan ini Kapolsek Tanjung Batu, IPTU Dr. Syaparudin Akso, S.H., M.Si., CPHR., CHT dan seluruh jajaran dan personel Polsek Tanjung Batu.
Patroli ini juga merupakan pelaksanaan dari Surat Perintah Kapolres Ogan Ilir Nomor: ST/90/OPS.1.1/2025 yang menginstruksikan patroli rutin di wilayah dengan potensi terjadinya tindak pidana, aksi balap liar, serta gangguan ketertiban umum.
BACA JUGA:Gulung Sebelum Mabuk! Polsek Tanjung Batu Sita Puluhan Botol Miras di Operasi Pekat
BACA JUGA:Sweeping Lokasi Pesta Rakyat Dalam Hajatan Warga, Polisi Sita Benda Pemicu Keributan Ga Jelas
Untuk titik-titik rawan yang menjadi sasaran patroli adalah di jalan Merdeka, Kelurahan Tanjung Batu, dan jalan Tanjung Batu-Burai.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek tidak hanya melakukan pemantauan wilayah rawan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor).
Namun juga aktif memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja dan pemuda yang nongkrong di malam hari.
Kapolsek dan anggota mengingatkan warga untuk tidak terlibat dalam aktivitas balap liar, penyalahgunaan narkoba, serta praktik judi online yang saat ini marak terjadi dan meresahkan masyarakat.
BACA JUGA:Sosialisasi KUHP Baru, Kapolres Ogan Ilir Ajak Seluruh Personel untuk Benar-Benar Memahami
BACA JUGA:7 Hektar Lahan Terbakar di Sungai Rambutan Ogan Ilir, Tim Gabungan Berjibaku Lakukan Pemadaman
"Kami mengajak masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak terlibat dalam perjudian online," paparnya.
"Selain melanggar hukum, judi online juga berdampak buruk terhadap ekonomi keluarga dan masa depan generasi muda," tegas IPTU Syaparudin Akso.