Ketepatan Analisis Jadi Kunci Keberhasilan Siswi SMA LTI IGM Palembang Melangkah ke Babak Grand Final
Ketepatan Analisis Jadi Kunci Keberhasilan Siswi SMA LTI IGM Palembang Melangkah ke Babak Grand Final-Foto: Alhadi Farid-koranpalpres.com
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Ketepatan dalam menganalisis pertanyaan yang diajukan menjadi kunci utama keberhasilan siswi dari SMA LTI IGM Palembang dalam melangkah ke babak grand final.
Dalam ajang yang penuh tantangan ini, para peserta diuji tidak hanya dari ingatan fakta sejarah, tetapi juga kemampuan mereka untuk berpikir kritis dan menganalisis secara tepat setiap pertanyaan yang datang.
Tiga siswi dari kelas 11 SMA LTI IGM Palembang, yakni Az-Zahra Salsabilah R. R, Axelle D. F Prawira, dan Izdihar Zhafirah S., tampil menonjol berkat ketajaman analisis mereka yang luar biasa.
Salah satu momen paling menarik terjadi saat sesi tanya jawab tentang Syarikat dagang Islam, sebuah organisasi dagang dan sosial Islam yang berperan penting dalam sejarah pergerakan nasional.
BACA JUGA:Dari Deg-Degan hingga Rasa Bangga, Begini Cerita Jujur Pemenang Lomba Sang Juara 'Payo ke Museum'
Ketika pembawa acara mengajukan pertanyaan apakah Syarikat Islam pertama kali didirikan di Yogyakarta, Az-Zahra dan Axelle dengan percaya diri memberikan jawaban “salah”.
“Gak ada korelasi dan dak masuk akal di Yogyakarta kak,” aku meraka saat di jumpai usai lomba.
Dan ya, jawaban mereka benar karena fakta sejarah menunjukkan Syarikat dagang Islam pertama kali didirikan di Solo.
Jawaban yang tepat tersebut menunjukkan kemampuan mereka dalam menganalisis pertanyaan dengan cermat, tidak sekadar menjawab berdasarkan asumsi atau jawaban yang umum dipercaya.
Izdihar juga membuktikan ketajaman analisisnya ketika menjawab pertanyaan mengenai peninggalan Kerajaan Sriwijaya dengan tepat memilih jawaban “salah,” meskipun banyak peserta lain yang sempat keliru sebelumnya.
“Awalnya saya memang tidak melakukan persiapan khusus, tapi saya berusaha fokus dan menganalisis setiap pertanyaan secara mendalam. Saya percaya bahwa ketepatan dalam memahami soal,” ujar Az-Zahra, yang merasa bersyukur atas kesempatan untuk mewakili sekolah dalam grand final nanti.