Literasi Kunci Peradaban! Bukan Sekadar Hobi atau Kegiatan Sekolah, ini Kata Dosen Unitas Palembang
Artikel berjudul Literasi sebagai Kunci Peradaban dalam Semangat Kemerdekaan ini ditulis oleh Enasty Pratiwi Wulandari ST MT, Dosen Universitas Tamansiswa (UNITAS) Palembang.--freepik
Artikel berjudul Literasi sebagai Kunci Peradaban dalam Semangat Kemerdekaan ini ditulis oleh Enasty Pratiwi Wulandari ST MT, Dosen Universitas Tamansiswa (UNITAS) Palembang.
KORANPALPRES.COM - Literasi bukan sekadar membaca; ia adalah fondasi peradaban.
Sejarah membuktikan, peradaban besar lahir dari tradisi literasi yang kuat.
Dari Mesopotamia dengan tulisan cuneiform hingga Mesir Kuno dengan hieroglif, manusia merekam pengetahuan dan membangun masyarakat.
Siapa sangka, jauh sebelum internet atau media sosial, Sriwijaya sudah menjadi pusat pembelajaran maritim yang menarik cendekiawan dan pelaut dari berbagai belahan dunia, sebuah fakta yang sering luput dari perhatian!
Dari contoh ini terlihat bahwa literasi bukan sekadar hobi atau kegiatan sekolah, melainkan jantung peradaban itu sendiri.
Warisan ini seharusnya tak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga suluh bagi gerakan literasi masa kini.
Ia mengingatkan kita bahwa membaca, menulis, dan berbagi pengetahuan adalah kunci membentuk masyarakat yang cerdas, kritis, dan kreatif.
BACA JUGA:Komitmen Jaga Keandalan dan Keterjangkauan Listrik, PLN Raih Apresiasi Literasi Nusantara 2025
Di negeri dengan sejarah intelektual gemilang seperti Indonesia, minat baca masih menjadi tantangan.
Data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan skor literasi membaca siswa Indonesia hanya 359, menjadi yang terendah sejak pertama kali ikut PISA pada 2000.