https://palpres.bacakoran.co/

Mengenal Burung Perkutut Wisnu Mangenu, Dipercaya Membawa Tuah dan Keberuntungan bagi Pemiliknya

Mengenal Burung Perkutut Wisnu Mangenu, Dipercaya Membawa Tuah dan Keberuntungan bagi Pemiliknya--YT/ PERKUTUT MAJAPAHIT

KORANPALPRES.COM - Dalam tradisi Jawa, burung Perkutut Wisnu Mangenu dipercaya membawa tuah dan keberuntungan bagi siapa saja yang memeliharanya.

Sehingga menjadikannya bukan hanya burung peliharaan, tapi juga simbol spiritual dan keberkahan yang dihormati sejak turun-temurun.

Burung perkutut sudah lama dikenal di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, sebagai burung yang memiliki nilai lebih dari sekadar hobi memelihara binatang. 

Selain suaranya yang merdu dan menenangkan, burung perkutut juga menyimpan makna budaya dan spiritual yang sangat kental dalam tradisi masyarakat Jawa. 

BACA JUGA:Rahasia Jawara! 7 Cara Terbukti Ampuh untuk Melatih Perkutut agar Gacor, Jinak, dan Siap Lomba

BACA JUGA:5 Manfaat Menjemur Burung Perkutut demi Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Bulu, Perawatan Alami yang Tak Boleh

Salah satu jenis perkutut yang unik dan penuh makna adalah Perkutut Wisnu Mangenu, yang memiliki ciri khas warna bulu hitam pekat dan dipercaya membawa tuah serta keberuntungan bagi pemiliknya.

Perkutut Wisnu Mangenu memiliki warna bulu yang berbeda dibandingkan jenis perkutut lainnya. 

Seluruh bulu burung ini berwarna hitam pekat, mulai dari kepala, sayap, hingga ekor, termasuk paruh dan kakinya. 

Keunikan warna hitam ini tidak hanya menjadikan burung ini tampak elegan dan misterius, tetapi juga menjadi simbol kekuatan dan keberanian dalam budaya Jawa.

BACA JUGA:Bukan Burung Biasa! Ini Makna Filosofi dan Tuah Perkutut Kalung Tepung

BACA JUGA:Pembawa Berkah! Perkutut Istimewa yang Diyakini Lancarkan Rezeki dan Selalu Doakan Pemiliknya

Menurut Kamus Istilah Budaya Jawa yang diterbitkan Kemendikbud, istilah “Wisnu Mangenu” mengacu pada warna hitam pekat dan sering digunakan dalam konteks yang sarat makna filosofis. 

Wisnu sendiri dalam mitologi Hindu merupakan dewa pelindung dan penjaga alam semesta, sedangkan “Mangenu” berarti hitam pekat. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan